
RiderTua.com – Pernyataan mengejutkan dari Marc Marquez mengenai tingkat kompetensi kedua merk Jepang di MotoGP, Honda dan Yamaha. Bertolak belakang dengan Alberto Puig ( bos tim Repsol Honda). Pembalap Spanyol itu menyatakan bahwa motor Honda-nya adalah salah satu motor paling rumit untuk dikendarai. Fakta lain yang diakui oleh Juara Dunia delapan kali itu mengidentifikasi bahwa mesin terbaik tahun 2019 adalah Yamaha. Apakah pernyataan ini akan membuat Alberto Puig marah?… Silang pendapat Marquez dan Puig: Marc sebut Yamaha motor paling kompetitif, Honda sulit!
▶Daftar Isi
Silang Pendapat Marquez dan Puig: Marc Sebut Yamaha Motor Paling Kompetitif, Honda Sulit!

Puig: Honda Paling Mudah Dikendarai
Puig berargumen: “Faktanya, selama 18 tahun terakhir, Honda sudah memenangkan 10 gelar MotoGP dengan 4 pembalap berbeda,” kata Puig dilansir dari Crash.net.
Lagi menurut bos tim Honda itu bahwa Yamaha hanya menang dengan sedikit pembalap: “Yamaha (juara dunia) hanya dengan 2 pembalap saja, dan Ducati hanya 1 pembalap. Jadi dengan fakta ini, kita bisa mengatakan bahwa motor yang paling mudah adalah Honda,” tambah Alberto Puig..

Marquez: Honda Sulit, Yamaha Kompetitif
Bakat luar biasa Marquez memang membuat atasannya Honda tertawa sumringah. Namun di tingkat paket kuda pacu, dia menunjuk Yamaha sebagai motor paling kompetitif.. Dilansir media Todocircuito, Marc berujar: “Yamaha adalah motor yang paling kompetitif, terutama di paruh kedua musim 2019. Ketika Quartararo mulai cepat, semua pembalap Yamaha mulai bergerak lebih cepat”.
Bertentangan dengan Alberto Puig
Hal ini sangat bertentangan dengan bos tim Repsol Honda, Alberto Puig: “Tentu saja, Honda kecewa karena saya satu-satunya yang berada di depan dengan motor mereka, tetapi memang benar bahwa RC213V adalah motor yang sulit Crutchlow, Lorenzo dan Nakagami menderita. ” tambah The Smiling Assassin julukan rider Spanyol itu..
Mudah-mudahan pernyataan Marquez tadi tidak menyinggung Alberto Puig..!
Marc Marquez kemudian berbicara tentang lawan-lawannya tahun 2019: “Mereka memiliki level yang sangat bagus. Tetapi masalahnya adalah tidak ada yang cukup konsisten. Poin kuat Quartararo adalah kecepatannya dalam satu putaran, dan sekarang dengan pengalaman ini, saya pikir dia akan meningkatkan ketekunannya dalam lomba. Itu menjadi lebih berbahaya untuk tahun depan…!”

Resolusi Marquez untuk 2020
Menurut pembalap Spanyol itu dia juga bisa belajar dari seorang pemula, semua harus belajar dari pembalap baru. Marc akui bahwa pada titik tertentu, mungkin tahun depan, seorang pembalap akan lebih cepat daripada dia, dan dia harus meningkatkan dirinya.
Berikut ini adalah resolusi Marc untuk 2020: “Tahun 2019, tujuannya adalah untuk meningkatkan (performa) mesin, pada tahun 2020 salah satu tujuannya adalah untuk bekerja di area sasis. Kami sudah mengerjakannya tahun ini, untuk mendapatkan motor yang sama kompetitifnya, tetapi lebih mudah untuk semua orang”.
Trending Artikel Minggu Ini ( TOP5):
- MotoGP 2020: Sambut ‘Perang Saudara’ di Yamaha, Vinales Berlatih Keras!
- Alasan Quartararo Pindah ke Negeri di Atas Awan: Pajak Murah dan Bisa Latihan Mirip Rossi!
- Ricard Jove: Agar MotoGP 2020 Menarik, Marquez Jangan Terlalu Menang Mudah!
- Andrea Dovizioso: Menganalisa Semua Tentang Valentino Rossi
- Survey Media Spanyol: Marquez Menang Mutlak, Rossi Kalah Telak, Lorenzo Bikin Tersentak!






