RiderTua Mobil – Dengan semakin majunya zaman, maka penggunaan teknologi mulai diterapkan pada hampir semua aspek. Dari ekonomi, kesehatan, sampai otomotif. Teknologi digunakan sebagai fitur canggih nan modern, salah satunya teknologi otonom. Benarkah mobil otonom berdampak buruk bagi kemampuan mengemudi.
Baca juga:Β Teknologi Otonom dari Nissan Ini Hanya βBerlakuβ di Jepang

Benarkah Mobil Otonom Berdampak Buruk Bagi Kemampuan Mengemudi ?
Teknologi otonom sangat berguna bagi pengemudi. Walaupun begitu, teknologi otonom layaknya dua sisi mata uang. Di samping memberi dampak positif, juga ada dampak buruknya. Hal ini sudah lama didebatkan sejak teknologi otonom mobil dibahas.
Studi yang dilakukan oleh University of Nottingham menyebut teknologi otonom bisa memberi dampak buruk bagi kemampuan mengemudi. Ini karena pengemudi yang sering menggunakan fitur ini lama kelamaan akan tergantung pada teknologi. Jika dipaksa mengemudi kembali, maka pengemudi bisa ‘lamban dalam mengambil keputusan’.

Hasil ini ditemukan setelah melalui uji coba simulator mobil otonom selama lima hari yang melibatkan 49 pengemudi dari berbagai usia. Dari sinilah, peneliti menemukan reaksi pengemudi yang lamban saat mengambil alih kendaraan. Peneliti berharap pengembang teknologi otonom untuk membuat sistem seperti ‘peringatan’ bagi pengemudi untuk kembali menyetir secara manual.
Memang jika fitur otonom diaktifkan, maka pengemudi bisa melakukan apa saja tanpa menyetir. Namun jika dalam saat darurat, hanya ada sedikit waktu bagi pengemudi untuk bereaksi cepat.
Referensi: Detik.com (08/08/2019)






