Pajak Naik Jualan Mobil Mewah di Indonesia Semakin Sulit


ktm indonesia

bugatti-veyron-indonesia
(Foto: otodriver.com) bugatti-veyron-indonesia

RiderTua Mobil – Jika dibandingkan dengan mobil biasa, mobil premium memang memiliki segmen yang lebih kecil di Indonesia. Meskipun begitu, masih ada peminat mobil mewah yang kebanyakan merupakan dari kalangan atas. Bahkan sudah ada komunitas mobil mewah yang ada di Tanah Air. Pajak naik jualan mobil mewah di Indonesia semakin sulit.

Baca juga: Mercedes Benz Jawara Mobil Premium Terlaris di Indonesia
pt. prestige image motorcars
(Foto: Liputan6.com

Pajak Naik Jualan Mobil Mewah di Indonesia Semakin Sulit

Namun belakangan ini pemerintah sudah memberlakukan kebijakan menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atau pajak impor terhadap 1.147 komoditas. Dari jumlah tersebut, mobil mewah termasuk di dalamnya. Kenaikan tersebut membuat pajak mobil mewah naik menjadi 10-125 persen, ditambah dengan bea masuk 50 persen dan PPN 10 persen.

Tentu kenaikan pajak mobil mewah ini akan menyulitkan para importir dalam menjual mobil mewah di Indonesia. Menanggapi hal ini, Prestige Image Motocars mengatakan bahwa ini hanya berdampak pada pemilik mobil mewah baru. Bagi yang sudah atau sekarang memiliki mobil mewah tidak terlalu berpengaruh.

Prestige Image Motocars mengatakan bahwa dengan semakin sulitnya konsumen mendapatkan mobil mewah membuat mereka beralih ke mobil Jepang (mobil biasa). Memang kebanyakan mobil mewah didatangkan dari Eropa dan pajak yang berlaku saat ini akan sangat menyulitkan mereka.

Tak hanya karena pajak, tetapi juga terdampak dari ‘amukan’ dolar. Karena nilai dolar terus naik, ini tentu mempengaruhi nilai tukar rupiah yang kini mencapai Rp 15 ribu lebih. Bisa diprediksi bahwa pasar mobil premium di Indonesia pada tahun ini akan mengalami penurunan. Tahun 2018 ini mungkin akan menjadi tahun tersulit bagi para importir kendaraan.

Sumber: Detik.com (13/10/18)

Be the first to comment

Leave a Reply