RiderTua.com – Buat kalian pembaca setia RiderTua, simak yang satu ini. Sebelum berkompetisi di Superbike, Alvaro Bautista pernah balapan di MotoGP mulai dari 2010 hingga 2018. Berdasarkan pengalamannya, ada perbedaan antara 2 ajang balap motor tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, perbedaan yang dia rasakan bukan hanya dari segi teknis tapi juga suasana dan hubungan antar orang di paddcok.
“Jelas, dengan ‘booming’ media semuanya berubah dan berkembang sangat cepat terutama dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi di zaman saya masih di MotoGP, kami hanya fokus balapan dan kurang adanya ‘branding’. Sekarang, menurut saya MotoGP nyaris lebih memikirkan ‘branding’ ketimbang balapannya. Sementara di Superbike masih mempertahankan semangat balapan dan kompetisi, meskipun sekarang juga mulai sedikit lebih banyak melibatkan media. Tetapi itu normal,” ungkap rider yang sekarang membalap untuk tim Barni Ducati itu.
Alvaro Bautista: Musim Ini Tidak Mudah Bagi Marc Marquez

Alvaro Bautista menambahkan, “Bagi penonton, paddock WSBK sangat luar biasa. Orang-orang dapat masuk ke paddock, bisa dekat dengan para pembalap, dan bisa menikmati seremoni podium secara langsung bersama para pembalap.”
“Ketika orang-orang datang ke sirkuit, mereka tidak hanya sekedar nonton balapan tapi bisa merasa menjadi bagian dari balapan itu sendiri. Karena para pembalap bisa langsung berinteraksi dengan mereka dan juga ada sesi tanda tangan. Jadi, hubungan antara pembalap dan penggemar lebih dekat. Ini adalah kesempatan yang baik bagi penggemar untuk melihat para pembalap beraksi. Jujur, Superbike dirancang dengan sangat baik baik untuk publik maupun untuk para penggemar,” imbuh rider yang sekarang berusia 41 tahun itu.
BTW, mantan rivalnya Toprak Razgatlioglu melakukan lompatan dari WSBK ke MotoGP musim ini. “Bagi saya, Toprak adalah pembalap yang benar-benar bermain dengan kontrol motor. Dia memiliki kontrol yang luar biasa terhadap motornya, dia dapat nge-push motor hingga batas maksimal di setiap milimeter. Jadi di MotoGP, tinggal seberapa cepat dia bisa memahami cara mengendarai motor MotoGP, memahami ban, dan segala hal yang terkait,” jelas Bautista.

Bautista melanjutkan, “Tetapi jelas itu tidak mudah. Jujur saja, saya tidak tahu sejauh mana dia bisa berkembang bersama Yamaha. Karena kita lihat semua pembalap Yamaha sedikit kesulitan. Dibandingkan dengan pembalap Yamaha lainnya, dia tidak jauh tertinggal. Tetapi sebelum dia bisa bertarung di depan, kita tidak bisa menilai sepenuhnya.”
Soal MotoGP musim 2026, Bautista mengatakan, “Sekilas terlihat lebih menarik dibandingkan tahun lalu, yang terasa seperti ‘Ducati Cup’. Yang jelas, Aprilia banyak meningkat setidaknya dalam tes pramusim dan di beberapa balapan pertama. Sementara Ducati, tampaknya semua pembalapnya lebih kesulitan. Kita akan lihat bagaimana musim ini berlangsung. Tetapi saya rasa musim ini tidak akan mudah bagi Marc Marquez. Saya juga berpikir kondisi fisiknya belum 100 persen fit. Jadi menurutku musim ini akan lebih kompetitif.”

Terkait performa Pedro Acosta, Bautista mengatakan, “Saya lihat Acosta sekarang jauh lebih dewasa dan tenang. Tidak lagi mencoba memaksakan diri hingga batas kemampuannya. Beberapa tahun terakhir, sepertinya dia ingin membuktikan bahwa dia bisa menang sehingga dia sering memaksakan diri. Sekarang menurutku dia telah menemukan feel yang baik dengan KTM.”
“Saat ini dia tidak terlihat seperti pembalap yang super cepat dan eksplosif, tetapi sangat konsisten. Dan itulah yang membuat seseorang bisa menang. Dia cepat, konsisten, dan sangat matang. Jadi, saya rasa musim ini akan sangat menarik. Semoga dia terus seperti ini sepanjang tahun,” pungkasnya.









