RiderTua.com – Awal musim MotoGP 2026 memang belum berjalan mulus untuk Marc Marquez, ditambah lagi faktor kesialan yang ikut berperan… Dalam race utama hari Minggu di Thailand, dia gagal finis karena ban belakang ‘botjor’, lalu di Texas dia crash di hari pertama sesi latihan, yang langsung merusak sisa akhir pekannya. Insiden crash di Sprint, plus penalti yang dia terima untuk balapan hari Minggu, jelas makin memperburuk keadaan. Sekarang tidak ada pilihan selain menunggu Jerez untuk mencoba membalikkan keadaan…
▶Daftar Isi
Marc Marquez Akui Ducati GP26 Belum Bisa Diandalkan, Tunggu Jerez untuk Serangan Balik!
Selain Aprilia RS-GP lebih gacor dari Ducati Desmosedici GP26 yang dikendarai oleh dua bersaudara Marquez, Bagnaia, dan Di Giannantonio, hal negatif juga memperumit awal kejuaraan MotoGP bagi juara bertahan dari Ducati Lenovo tersebut. Kesalahan dan kejadian yang tidak menguntungkan menjadi beban tambahan bagi perjalanan karier Marc.

COTA yang seharusnya menjadi sirkuit di mana Marc berpeluang besar menang, namun dia harus puas dengan finis di posisi kelima.. Start dari posisi keenam di grid mempersulit balapan Marc. “Memulai dari tengah rombongan memang seru buat penonton, tapi tidak buat saya. Saya sudah memberikan segalanya. Tapi ya, saya belajar sesuatu selama balapan, dan dalam beberapa hal, posisi kelima adalah hasil terbaik yang bisa saya raih… Kami harus menanggung konsekuensi yang sangat besar untuk kesalahan hari Sabtu.”
Marc dan Ducati GP26 belum Cocok..?
Paket Ducati GP26 belum optimal, dan juara dunia sembilan kali itu belum bisa menyatu sepenuhnya dengan motor tersebut. Bahkan bakatnya pun belum cukup untuk menutup gap teknis dibanding motor Ducati lainnya..
“Pertama-tama, saya kehilangan banyak waktu di lap-lap awal. Saat ban masih baru, saya belum siap mengendarai motor. Saya merasa tidak nyaman. Dan bahkan di Tikungan 1, pada hari Sabtu, saya melakukan kesalahan. Saat saya mengerem, motor terasa bergetar, lalu saya terpaksa membuka gas lagi karena tidak bisa menghentikannya,” ujarnya..
Dia menambahkan bahwa feel-nya di atas motor merah Borgo Panigale membaik di paruh kedua balapan, tetapi itu tidak cukup untuk mengincar podium. Gigi Dall’Igna bersama para insinyur lain terus bekerja keras untuk meningkatkan performa Desmosedici 2026, tapi tugas ini jelas tidak mudah..

Kondisi fisik Marquez ternyata juga menimbulkan kekhawatiran. Setelah cedera di Mandalika musim lalu, ia menjalani program rehabilitasi yang panjang, dan tiba di tes musim dingin dalam kondisi belum 100 persen.
Crash terakhir di Austin tampaknya memicu kembali rasa sakit di lengan dan bahunya, yang cukup membuat tim Ducati cemas.. Terlepas dari masalah di dalam dan di luar lintasan, Marquez berusaha tetap tenang… “Tidak, saya santai saja…. Ini MotoGP, dan Anda tidak bisa menjadi yang terbaik setiap tahun. Tapi saya akan terus bekerja untuk meningkatkan level saya…”
Kalau lihat situasi sekarang, ini bener-bener fase ‘survive dulu’ buat Marquez bro… bukan lagi soal langsung menang, tapi gimana caranya balik dapetin feeling sama motor. Sialnya datang barengan, adaptasi juga belum kelar, rival malah lagi on fire. Tapi ya kita tahu sendiri, Marquez itu tipe yang makin ditekan malah bisa meledak. Tinggal nunggu momen aja… dia bangkit, atau justru makin tenggelam…!








