RiderTua.com – Hingga kini Tesla masih menjadi produsen mobil listrik ternama dengan dominasi cukup besar di seluruh dunia. Hanya saja dominasinya ini perlahan tergerus di beberapa negara dengan banyaknya kompetitor baru di pasarnya, terutama merek dari produsen Negeri Tirai Bmabu.
Mobil Listrik Masih Banyak Dicari di Pasar Global
Sebelumnya sempat muncul kabar soal penurunan tren mobil listrik di kawasan seperti Amerika Utara dan Eropa. Dari harga mobil yang masih cukup mahal sampai ketersediaan infrastruktur pendukung yang kurang lengkap menjadi penyebab konsumen urung membeli mobil jenis ini. Jadi jangan kaget kalau mobil hybrid dan sejenisnya yang makin dicari di pasar.

Walau demikian, Tesla masih menjadi salah satu merek mobil yang tetap berjualan mobil listrik. Mereka sudah punya jaringan penjualan yang tersebar di seluruh dunia, dan itu sudah bisa memberikannya dominasi di pasar BEV. Namun dominasinya mulai menunjukkan adanya pelemahan akibat ketatnya persaingan di pasarnya.
Bagaimana tidak, sejumlah produsen mobil asal Negeri Tirai Bambu mulai meramaikan pasar global dengan merilis beberapa produk mobil listriknya. Contohnya BYD yang sudah menjual model seperti hatchback mungil Seagull alias Dolphin Surf. Mereka juga sapat menjual hingga 3.184 unit mobil di Inggris sepanjang bulan lalu, sementara Tesla hanya hanya menjual 987 unit saja.

Tanpa Model Baru?
Sebenarnya Tesla sudah menjual beberapa model di Eropa, termasuk Model Y yang mendapat penyegaran sebelumnya. Tapi nampaknya itu belum cukup untuk meningkatkan penjualannya, dan itu juga tidak membuatnya mengejar BYD yang sudah unggul jauh. Sepertinya tanpa model BEV baru dengan harga lebih murah, mereka sudah tidak bisa berbuat apapun.






