RiderTua.com – Luca Marini hanya finis di posisi ke-13 dalam balapan kandangnya di Mugello akhir pekan lalu. Meski start dari posisi ke-19 (dapat penalti karena melambat di racing line pada hari Sabtu), rider berusia 28 tahun itu mampu start dengan bagus. Duel-duelnya di lap pembuka membuatnya bisa merangsek maju dan merebut banyak posisi.
Rider tim pabrikan Honda Castrol itu mengaku bahwa senggolan dengan Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) memengaruhi balapannya. “Mugello meninggalkan rasa penyesalan dan kekecewaan. Saya sudah sangat maksimal, tetapi kemudian saya melihat Raul ada di belakang. Di Tikungan 10 dia menyenggol saya dan membuat saya keluar ke gravel,” ujar Marini.
▶Daftar Isi
Luca Marini: Masa Depan Saya? Kami Sedang Mempertimbangkan Berbagai Hal
Luca Marini menambahkan, “Akhirnya Raul mendapat penalti, tetapi hal-hal seperti ini bisa terjadi. Saya berhasil melakukan aksi penyelamatan agar tidak jatuh, tetapi itu benar-benar merusak balapan saya karena saya sudah dekat dengan 12 besar dan menempel ketat Diogo Moreira. Saya harus mulai mengejar lagi dari belakang. Saat mencoba mendapatkan kembali posisi depan, di situlah saya merusak ban depan. Pada akhirnya saya tidak punya senjata lagi untuk dipertaruhkan.”

“Insiden dengan Raul membuat saya harus mengulang semuanya dari awal. Ketika saya kembali mengejar Joan Mir dan Moreira, sisi kanan ban depan saya sudah berada di limitnya. Motor tidak bisa berbelok, lalu saya mencoba menekan ban belakang tetapi justru membuatnya terlalu panas. Pada akhirnya saya benar-benar berada di batas maksimal dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saya berharap ada yang melakukan kesalahan sehingga saya bisa naik posisi, tetapi ternyata tidak ada,” imbuhnya.
Apakah menurut Marini penalti turun grid yang diterimanya sudah fair? “Sebenarnya saya dihukum turun 6 posisi. Tetapi karena tidak ada lagi tempat di grid, jadi diputuskan hanya turun 3 posisi. Tapi ini agak aneh, karena pada saat itu tidak ada rekaman yang jelas. Race Direction membuat keputusan yang mereka anggap benar dan tidak dapat diganggu gugat, tidak ada lagi yang harus dikatakan,” jawab adik Valentino Rossi itu.

Maro menambahkan, “Saya rasa Race Direction melakukan pekerjaan yang baik dan terus meningkat, karena tidak mudah mengelola semua ini. Kalau kita melakukan kesalahan, jelas kita akan menerima penalti, seperti yang menimpa saya. Saya sempat mempertanyakan hukuman tersebut kepada mereka, dan mereka menjelaskan semuanya.”
“Tapi sebenarnya kita menuntut ada bukti rekaman atas insiden yang membuat kita kena penalti. Saat ini situasinya memang seperti itu. Jika ada rekaman, kita dihukum. Jika tidak ada, tergantung situasinya. Saya tahu tidak mungkin untuk melihat semuanya, tetapi Race Direction mencoba melakukan yang terbaik. Saya hanya berharap mereka terus meningkatkan sistemnya.”
Seandainya tidak ada insiden tersebut, apa yang bisa Marini raih di Mugello? “Sulit untuk mengatakannya. Saya rasa saya bisa saja finis di depan Moreira dan Brad Binder, karena mereka sedikit lebih lambat hari ini dan menghambat laju para pembalap lain. Mungkin saya bisa lebih jauh di depan, tetapi tidak terlalu banyak karena pembalap seperti Fermin Aldeguer dan Fernandez jelas lebih cepat. Sangat disayangkan karena ini adalah akhir pekan yang sulit, di mana kami tidak mendapatkan hasil apik dari ketiga pembalap kami,” jawab suami Martha Vicenzi itu.

Apa yang menyebabkan ban Marini cepat aus selama balapan? “Saya tidak tahu pasti. Sisi kanan ban saya mengalami banyak degradasi tapi pembalap lain tidak. Saya rasa itu bukan hanya keausan biasa, ini lebih berkaitan dengan suhu. Ban sudah melampaui limitnya dan mulai selip. Di tikungan seperti Arrabbiata 1 dan 2, ban menjadi sangat panas dan performa kita menurun. Kita mencoba mengatasinya dengan gaya balap kita, tetapi itu tidak cukup. Jauh lebih baik jika kita berada jauh dari pembalap lain, agar ada udara yang segar,” jelasnya.
Terlepas dari kekecewaan Marini, para tifosi yang berada di Mugello sangat antusias dan full mendukung para pembalap Italia. “Luar biasa. Saya rasa penggemar yang datang jauh lebih banyak jika dibandingkan 5 tahun lalu. Suasananya luar biasa. Sayangnya saya tidak bisa sepenuhnya menikmatinya, karena saya frustrasi dengan balapan saya. Tetapi senang melihat semangat mereka, dan saya mengucapkan selamat kepada para pembalap yang berhasil menjalani balapan yang luar biasa,” imbuhnya.

Masa Depan Marini Kemana?
Beralih soal masa depan Marini, apakah sejauh ini sudah ada pembicaraan? “Ya, kami sedang berbicara dan mempertimbangkan berbagai hal, tetapi masih terlalu dini. Masih ada waktu untuk menyelesaikan slot-slot terakhir,” tegasnya.
Akhir pekan ini MotoGP akan kembali digelar di Balaton Park. “Tahun lalu saya sangat kuat di sana, tetapi tahun ini saya tidak yakin kami akan masuk 5 besar. Ada banyak motor yang kompetitif dan pembalap yang cepat. Ini trek yang berbeda, jadi hari Jumat akan penting untuk memulai dengan baik dan melihat di mana posisi kami. Targetnya selalu masuk 10 besar pada hari Jumat agar akhir pekan lebih mudah,” pungkas Luca Marini yang saat ini berada di peringkat 11 dengan perolehan 46 poin dalam klasemen itu, sementara rekan setimnya Joan Mir di peringkat 18 dengan 15 poin.
BTW, meski di atas kertas peringkat Marini jauh di atas Mir, namun Marini salah satu pembalap yang belum mendapat tempat di MotoGP untuk 2027 sementara Mir dikabarkan akan bergabung dengan tim Gresini.
Misteri Masa Depan Luca Marini, Jawaban Sang Pembalap Justru Bikin Penasaran!







