RiderTua.com – Siapa bilang merek Eropa nggak ada yang merakit mobil di China? Ada beberapa merek yang tidak bertahan lama di sana karena ketatnya persaingan, tapi ada satu merek yang begitu menonjol karena sudah merakit mobil disana selama 23 tahun!
▶Daftar Isi
Produksi Mobilnya Masih Berjalan Lancar di China
Merek tersebut tidak lain adalah BMW, dan memang merek ini sudah terkenal di seluruh dunia meski dengan persaingan yang cukup ketat di pasarnya. Lini produknya cukup lengkap dengan berbagai varian yang ditawarkan, baik model sedan, coupe, sampai SUV sudah disediakan disini. Mereka juga bisa membuat mobil listrik, dan i-Series menjadi lini produk elektrifikasi paling terkenal di pasar mobil premium sampai sekarang dan menyaingi model seperti Mercedes-Benz EQ series.

Karena jaringan penjualannya yang cukup luas, tidak heran kalau mereka punya banyak pabrik produksi di beberapa negara, seperti di China. Tapi jelas mereka nggak sendirian, karena mereka mendirikan perusahaan patungan BBA atau BMW Brilliance Automotive, dan mendirikan pabrik yang bermarkas di Shenyang sejak 2003 silam. Artinya mereka sudah cukup lama berjualan mobil di sana, terbukti dengan 7 juta unit mobil yang dirakit di pabriknya ini.
Dengan pencapaian yang diraihnya ini, BMW bisa membuktikan kalau mereka bisa bersaing di pasar roda empat Negeri Tirai Bambu. Sebab biasanya merek dari luar China tidak bertahan cukup lama di sana karena persaingannya yang berjalan sangat ketat, bahkan tak sedikit ada yang harus hengkang. Walau dengan kondisi yang tidak begitu bagus di pasar dalam negeri belakangan ini, merek lokal juga kena getahnya, jadi tidak hanya merek luar negeri saja yang terdampak.

Tetap Diandalkan di Pasarnya
7 juta unit mobil yang diproduksinya ini bukan sekedar angka, melainkan bentuk kepercayaan konsumen China terhadap produk yang ditawarkannya. Biasanya merek mobil lokal yang paling banyak dicari, tapi bukan berarti merek luar negeri nggak punya peminatnya disini, apalagi kalau berbicara soal BMW. Merek ini sudah terbukti kualitasnya sejak dulu, dan mereka bisa membuktikan kalau produknya tidak kalah menariknya dari kompetitornya.
Agar bisa bersaing di sana, mereka sudah punya tempat riset dan pengembangan untuk inovasi dan teknologi baru untuk produknya, serta memiliki jaringan pemasok lokal. Dengan begitu, mobilnya dirakit lokal dan memenuhi regulasi yang berlaku di sana, sehingga bisa laris manis terjual di pasarnya masing-masing. Ini sudah menjadi sesuatu yang bagus, karena mereka nggak perlu khawatir harus bersaing melawan kompetitor di pasar roda empat yang membawa kelebihan lebih banyak lagi.

Masih Mendominasi Pasar Global
Sementara di pasar global, mereka masih membuktikan diri sebagai salah satu merek mobil premium jempolan, bahkan bisa bersaing dengan merek senegaranya, yang tidak lain adalah Mercedes-Benz. Jelas keduanya sama-sama menjual mobil mewah, termasuk lini mobil listrik yang sudah dijualnya dan diburu banyak orang. Meskipun saling bersaing satu sama lain, keduanya tetap rukun walau harus berebut konsumen di segmennya dengan menawarkan produk unggulannya.
Kedua merek ini juga saling bersaing di Indonesia, dan sama-sama punya tempat produksi mobilnya disini, meski model yang dirakit masih terbatas. Artinya sebagian lagi masih harus didatangkan langsung dari Jerman, tapi itu bukan menjadi masalah baginya, asalkan model rakitan lokalnya masih laris terjual. Kebanyakan model yang paling laris berupa mobil SUV, namun model sedan juga banyak dicari di pasar mobil mewah.

Kalau dilihat, pasar mobil premium makin sesak gara-gara asa banyak merek yang berjualan di sini, dan merek Eropa seperti Volvo balik lagi setelah absen beberapa tahun. Merek asal China juga mulai berdatangan, dengan Denza, XPeng, sampai Hongqi yang meramaikannya dengan lini produk unggulannya.
Hongqi sendiri belum memulai penjualannya disini, tapi kehadirannya bakal menggoyahkan rivalnya sebagai salah satu merek mobil China tertua. Tapi jelas merek lainnya yang sudah duluan hadir disini pantang mundur dan siap menggempur balik lawan barunya ini.






