Home Otomotif Dominasi Merek Mobil China Memudar Mulai Tahun 2026?

    Dominasi Merek Mobil China Memudar Mulai Tahun 2026?

    Merek Mobil MPV BYD M6 Tangerang
    BYD M6 Tangerang

    RiderTua.com – Merek otomotif di seluruh dunia belakangan ini susah payah menahan gempuran merek asal China yang semakin menjadi-jadi. Tapi kini muncul dugaan kalau merek asal negara ini mulai mengalami penurunan tren mengingat penjualan di dalam negeri yang stagnan.

    Daftar Isi

    Penjualan Mobil di Kampung Halamannya Nggak Sebanyak Dulu?

    Boleh dibilang merek mobil asal China benar-benar menjadi rajanya mobil ramah lingkungan di seluruh dunia. Bahkan mereka mampu menawarkan banyak produk dengan harga terjangkau bagi konsumen, dan inilah yang membuatnya semakin laris terjual di pasarnya di beberapa negara. Termasuk Indonesia, dimana merek seperti BYD, Wuling, Chery, Geely, dan masih banyak lagi sukses menjual banyak model baru disini.

    Merek Mobil listrik Chery E5
    Chery E5

    Bahkan keberadaannya di pasar global sudah menjadi ancaman bagi merek ternama seperti Toyota yang masih memimpin penjualan hingga tahun ini. Tapi jelas mereka terlihat kewalahan menghadapi kompetitor dari Negeri Tirai Bambu yang terus melakukan ekspansi pasar secara besar-besaran. Bahkan kalaupun mereka pendatang baru di suatu negara, mereka berani menghadapi merek jempolan asal Jepang hingga Eropa.

    Walau begitu, nampaknya era keemasan merek mobil China ini disebut sudah mulai memudar, dan ini bisa terlihat dari penjualan di dalam negeri. Ternyata penjualan mobil di sana sudah tidak menunjukkan kenaikan drastis seperti dulu, bahkan sudah ada penurunan penjualan. Bulan April lalu menjadi bulan ke-7 penjualannya menurun, dan ini menjadi sesuatu yang harus diwaspadai oleh produsen setempat.

    Merek Mobil listrik BYD Sealion 7 Cars Singapore
    BYD Sealion 7 Cars Singapore

    Kemana Insentifnya?

    Dikhawatirkan penjualan bulan Mei juga masih menunjukkan penurunan, dan mobil PHEV dan listrik yang terdampak dari penurunan ini. Penyebabnya jelas karena insentifnya yang sudah tidak diberlakukan lagi sejak awal tahun 2026, sehingga mau tak mau produsen harus menjualnya dengan harga aslinya. Inilah yang membuat konsumen harus berpikir dua kali sebelum bisa membeli mobil impiannya, menyebabkan penjualan yang didapat menurun.

    Karena inilah merek seperti BYD, SAIC, hingga Chery mengalihkan fokusnya pada pasar ekspor, dan setidaknya ini masih bisa memberikan kontribusi bagi penjualannya. Sejauh ini merek mobil setempat masih bisa mengirim banyak mobil dari China ke berbagai negara, termasuk Indonesia, walau sebagian diantaranya sudah merakitnya secara lokal. Bahkan BYD yang sudah cukup lama hadir disini terus mengimpor mobilnya dari kampung halamannya meski pabrik produksinya sudah disiapkan.

    Merek Mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Tetap Ungguli Merek Lainnya?

    BYD sendiri gagal mencapai target penjualan mobil secara global tahun lalu, dengan selisih nyaris satu juta unit. Tapi setidaknya penjualannya masih terbantu oleh ekspor mobil, dan ini sudah menjadi sesuatu yang bagus, mengingat mereka cukup kesulitan berjualan mobil di China. Namun ini bukan berarti mereka bisa bebas berjualan mobil di negara tertentu, karena kini sudah ada pembatasan impor mobil China.

    Dari Eropa, Australia, sampai Kanada mulai mengurangi insentif mobil impor dari negara ini agar merek lainnya bisa bersaing. Meskipun begitu, merek-merek mobil China masih bisa mengatasinya dengan membangun pabrik perakitan disana, dan berharap saja ini membantu penjualannya lebih jauh lagi. Hanya saja kalau mereka terlambat melakukannya, bisa-bisa mereka tertinggal lebih jauh dari kompetitornya.

    Merek mobil Lepas L8 Chery Indonesia
    Lepas L8 Chery Indonesia

    Kalau BYD belum juga merakit mobilnya di Indonesia, Chery sudah melakukannya duluan, meski modelnya dirakit oleh Handal Indonesia Motor. Karena ingin mengalahkan merek senegaranya, Chery membidik pasar di Amerika Serikat, walau untuk masuk ke negara ini saja susahnya bukan main. Sebab negara ini melarang merek mobil China apapun untuk berjualan disini, dan inilah yang menjadi tantangan paling berat yang dihadapinya.

    Meskipun dihadapkan dengan masalah ini, toh BYD masih bisa menjadi salah satu merek mobil listrik paling laris sejagat. Mereka nggak khawatir kalau mereka harus berhadapan dengan Geely dan Chery, asalkan Toyota hingga Volkswagen belum menjadi ancaman dominasinya, setidaknya untuk sekarang. Tapi siapa tahu kedua merek mobil ini bakal bangkit dan merebut posisi pertama di pasar mobil ramah lingkungan secara global.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini