RiderTua.com – Pecco Bagnaia kini semakin mendekati pencapaian para legenda MotoGP. Sang pembalap Italia dari Ducati Lenovo Team mengamankan kemenangan kedelapannya musim ini di Grand Prix Jepang 2024, sebuah tonggak penting yang hanya pernah diraih oleh beberapa pembalap terbaik dalam sejarah olahraga ini. Penampilan luar biasa Pecco tidak hanya memperpendek jarak poin dengan rival beratnya, Jorge Martin (Prima Pramac Racing), menjadi hanya 10 poin, tetapi juga mengukir namanya di antara para legenda seperti Valentino Rossi, Casey Stoner, Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo.
▶Daftar Isi
Kemenangan di Jepang: Pecco Bagnaia Bergabung dengan Barisan Elit MotoGP
Balapan Minggu di Motegi benar-benar menjadi hari yang istimewa bagi Bagnaia. Dengan kemenangan kedelapannya musim ini, Pecco resmi bergabung dalam kelompok pembalap elit yang mampu meraih setidaknya delapan kemenangan dalam satu musim. Di era modern MotoGP, hanya segelintir nama besar yang mencapai prestasi ini: Casey Stoner, Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Jorge Lorenzo.
Dengan empat putaran tersisa di kalender 2024, ada peluang besar bagi Bagnaia untuk terus menambah perolehan kemenangannya. Satu kemenangan lagi akan menyamai torehan Jorge Lorenzo di musim 2010 dengan sembilan kemenangan, sementara dua kemenangan tambahan akan mengangkatnya ke level Casey Stoner, yang mengemas sepuluh kemenangan pada musim 2007 dan 2011. Namun, jika Pecco berhasil meraih tiga kemenangan dari empat balapan tersisa, dia akan sejajar dengan mentornya, Valentino Rossi, yang mencatat 11 kemenangan di musim 2002 dan 2005.
Meskipun begitu, rekor tertinggi masih dipegang oleh calon rekan setimnya, Marc Marquez, yang mencetak rekor luar biasa dengan 13 kemenangan dalam satu musim pada 2014. Apakah Bagnaia akan mampu mengejar rekor Marquez? MotoGP penuh kejutan, dan tak ada yang bisa dipastikan sampai bendera finis terakhir dikibarkan.

Melampaui Sejarah dan Statistik
Selain masuk dalam barisan legenda, kemenangan Bagnaia di Motegi memiliki arti lebih dalam. Kemenangan tersebut menandai kemenangan Grand Prix ke-900 bagi pembalap Italia dan merupakan kemenangan ke-26 Bagnaia di kelas utama. Ini mengangkatnya ke posisi ke-10 dalam daftar pembalap dengan kemenangan terbanyak sepanjang masa, menyamai nama-nama besar seperti Dani Pedrosa dan Eddie Lawson, yang sama-sama memiliki 31 kemenangan. Dengan empat balapan tersisa, bukan tidak mungkin Pecco melampaui mereka dan meraih tempat yang lebih tinggi dalam daftar tersebut.
Namun, kemenangan Bagnaia juga bukan hanya tentang dirinya. Ini adalah kemenangan ke-13 berturut-turut bagi Ducati musim ini.. sebuah rekor pribadi baru bagi pabrikan asal Bologna itu. Dominasi Ducati semakin terlihat jelas, mengingat prestasi ini menyamai pencapaian Honda saat mereka mencatat kemenangan beruntun dari GP Pasifik 2001 hingga GP Jerman 2002. Bologna Bullets, sebutan akrab Ducati, benar-benar melesat tanpa ampun musim ini.
Phillip Island: Pertarungan Belum Usai
Namun, musim belum berakhir, dan pertarungan untuk gelar dunia masih panas membara. Pecco dan Martinator, julukan Jorge Martin.. akan kembali beradu kecepatan di sirkuit legendaris Phillip Island, Australia, pada 18 Oktober mendatang. Sirkuit ini terkenal dengan angin pantainya yang kencang dan tikungan cepatnya, tempat di mana hanya para pemberani yang bisa bertahan.
Bagnaia mungkin telah mencatat delapan kemenangan, tetapi Jorge Martin bukanlah sosok yang mudah dikalahkan. Martinator terus memberikan tekanan yang luar biasa, siap untuk merebut setiap kesempatan dan mengganggu perburuan gelar yang sedang dilakukan Pecco.
Dengan segala persaingan ketat ini, satu hal yang pasti: kita akan melihat pertarungan epik di sisa musim ini, di mana setiap detik di lintasan dapat menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara dunia.
Siapakah yang Akan Tertawa Terakhir?
MotoGP 2024 semakin seru dan menarik. Apakah Bagnaia akan terus mencetak sejarah dan menyamai, bahkan melampaui, prestasi para legenda seperti Rossi, Stoner, dan Marquez? Ataukah Martinator akan merebut gelar dengan kecepatan menakjubkannya? Kita tunggu saja seri selanjutnya di Phillip Island 18 Oct – 20 Oct mendatang.. Ciao…






