RiderTua.com – Nissan telah sukses dalam menghadirkan mobil listrik pertamanya di Indonesia melalui Leaf. Walau masih diimpor dari luar negeri dan dibanderol cukup mahal, model ini sudah menjadi daya tarik tersendiri di pasarnya. Sementara itu, Nissan mengumumkan recall terhadap puluhan ribu unit Leaf yang dijual di Amerika Serikat. Sehingga memunculkan kekhawatiran soal potensi recall yang dapat menyebar ke negara lain, termasuk Indonesia.
Nissan Umumkan Recall Leaf di Amerika Serikat
Mungkin tidak biasanya mobil listrik sering mendapat recall, walau Tesla menjadi merek yang sering menarik mobil listriknya karena serangkaian masalah yang ditemukan. Tapi untuk merek lainnya tidak sering mengalami recall, termasuk Nissan, meski mereka baru saja mengumumkan recall terhadap Leaf di Amerika Serikat. Kali ini masalahnya terletak pada baterainya.
Disebutkan baterai mobil bisa memanas dengan cepat jika menggunakan pengisian daya cepat (fast charging) level 3, dan tidak ada peringatan yang diberikan dari kendaraan. Jika dibiarkan, maka akan meningkatkan resiko kebakaran, dan jelas ini tidak bisa dihindari lagi. Sehingga mereka harus menangani 23.887 unit Leaf dengan tanggal produksi 29 Agustus 2018 sampai 3 November 2020 yang berpotensi memiliki masalah tersebut di Negeri Paman Sam.

Tunggu Instruksi Lebih Lanjut
Jelas adanya recall di Amerika Serikat ini menimbukan pertanyaan soal potensi Nissan akan melakukan hal serupa di negara lainnya. Tak terkecuali Indonesia, dimana Leaf sudah dijual dan mencatat hasil penjualan yang cukup bagus. Sejauh ini, Nissan Motor Indonesia (NMI) masih belum mendapat instruksi dari pihak prinsipal, setidaknya untuk sekarang.
Sebenarnya Leaf yang dijual di Amerika Serikat cukup berbeda dengan modelnya di Indonesia, tapi bukan berarti potensi recall-nya tidak ada. Sehingga Nissan akan terus memantau kondisinya untuk saat ini.






