RiderTua.com – Jorge Martin saat ini menikmati karier yang sangat sukses di dunia balap motor. Rider berusia 26 tahun itu berhasil memenangkan gelar dunia Moto3 pada 2018. Rider asal Madrid Spanyol itu naik ke MotoGP pada 2021 bersama tim Pramac Ducati. Dia mengalami crash serius dalam latihan di GP Portugal yang memaksanya absen hingga 4 seri, kemudian sukses meraih kemenangan perdananya di Austria pada tahun itu juga.
Musim 2023 lalu, Martin berjuang untuk memperebutkan gelar dunia dan akhirnya menjadi runner-up di belakang juara dunia Pecco Bagnaia. Saat ini atau pada musim 2024 dia memimpin klasemen unggul 10 poin dengan 4 seri tersisa. Dia berhasil memenangkan 3 balapan hari Minggu, 5 kemenangan sprint dan meraih 9 podium lainnya. Namun dia juga empat kali gagal finis dan kehilangan kesempatan naik podium di GP San Marino karena kesalahan strategi.
Jorge Martin : Jika Tekanan Menguasai Pikiran Maka Kita akan Terjebak dan Balapan Kita Kacau

Jorge Martin tak menampik jika dia merasakan tekanan pada balapan akhir pekan. “Ini rumit, saya mencoba untuk lebih fokus pada feeling saya di atas motor. Saat tidak di atas motor, ada banyak gangguan, banyak pikiran, dan kepala sangat sakit. Tetapi saat berada di lintasan, tekanan ini hilang,” ujar rekan setim Franco Morbidelli itu.
Martinator menambahkan bahwa itulah yang penting. Jika tekanan itu menguasainya atau pikiran itu menguasainya, maka dia akan terjebak dan tidak akan bisa membalap dengan baik. “Ketika saya meninggalkan sirkuit semuanya berjalan normal kembali. Begitu saya menyelesaikan balapan, saya jauh lebih rileks. Tekanan itu akan kembali pada hari Sabtu atau Minggu di Australia,” imbuh calon pembalap pabrikan Aprilia itu.
Martinator melanjutkan, “Rasa gugup dan rasa tidak nyaman yang saya alami sepanjang hidup sejak saya kecil, adalah hal yang wajar dan akan terus saya alami sepanjang hidup. Yang penting adalah bagaimana menghadapinya, agar saya tidak dikuasai rasa gugup itu.”
Menjelang GP Jepang akhir pekan lalu Martin mengungkapkan bahwa dia tidak menikmati pertarungan memperebutkan gelar dunia pada musim 2023 karena tekanan tersebut. Namun tahun ini dia jauh lebih nyaman dalam situasi ini dan merasa berhasil berkembang sebagai pembalap yang bersaing demi gelar.






