Dani Pedrosa: Casey Stoner Membuka Mataku (Sebelum Negara Api Menyerang)

Dani Pedrosa RiderTua.com – Dani Pedrosa dan Casey Stoner adalah dua nama besar pembalap motor yang cukup disegani pada jamannya. Pembalap asal Spanyol itu melakoni 296 balapan di kejuaraan dunia balap motor sepanjang karirnya, dan lebih dari 200 balapan di antaranya di kelas MotoGP. Sementara itu, Stoner adalah rival utama Pedrosa selama bertahun-tahun. Seperti Pedrosa, pembalap asal Australia itu terjun di kelas 125cc mulai tahun 2001. Sementara Pedrosa berhasil merayakan gelar dunia pertamanya pada tahun 2003 dan kemudian di kelas 250 pada tahun 2004 dan 2005, kesuksesan besar Stoner hanya datang ketika dia memasuki kelas MotoGP.

“Sampai dia datang ke Honda, saya tidak tahu bagaimana dia melakukan hal-hal gila di atas motor yang bisa kita lihat di TV. Saya telah belajar banyak darinya,” kata Dani.. Sebelum negara api menyerang tontonan balap zaman dulu sepertinya asyik.. sekarang juga asyik sih 🤔 yang paham silakan komentar.. 😁

Dani Pedrosa: Casey Stoner Membuka Mataku

Kedua pembalap tersebut melakukan debut di kelas MotoGP di GP Spanyol pada 2006 di Jerez. Pedrosa langsung bergabung dengan tim pabrikan Repsol Honda dan langsung menjadi rookie terbaik. Dengan 2 kemenangan dan 6 podium lainnya, juara dunia tiga kali itu berakhir di peringkat 5 secara keseluruhan. Stoner menempati peringkat 8 di tim LCR Honda di klasemen dan pindah ke tim pabrikan Ducati pada 2007.

Stoner berbagung di Ducati selama 4 tahun dan memenangkan gelar Kejuaraan Dunia di musim pertamanya di Desmosedici. Pedrosa memenangkan banyak balapan selama periode ini, tetapi dia tidak pernah melampaui gelar runner-up.

Pada 2011, Stoner bergabung dengan tim Repsol Honda. Dia menjadi rekan satu tim dengan pembalap yang punya tinggi badan 160 cm itu sebelum memenangkan gelar MotoGP keduanya. Pada 2012 dia mengumumkan pengunduran dirinya. Pedrosa menjadi pembalap reguler untuk HRC di MotoGP hingga 2018.

“Saya telah membalap dengan Casey sejak saya berusia 15 tahun di Kejuaraan Spanyol. Hampir selalu di tim yang berbeda,” kata Dani Pedrosa dalam sebuah wawancara.

“Sampai dia datang ke Honda, saya tidak tahu bagaimana dia melakukan hal-hal gila di atas motor yang bisa kita lihat di TV. Saya tidak mengerti itu. Ketika dia satu tim dengan saya, saya mengetahuinya. Dia membuka mataku. Dan saya telah belajar banyak darinya,” ujar tes rider KTM itu.

“Dengan Jorge Lorenzo, saya tidak pernah tahu bagaimana dia mencapai kesuksesan ini karena dia tidak pernah satu tim dengan saya,” pungkas rider yang kini berusia 34 tahun itu ketika ditanya tentang rival senegaranya Jorge Lorenzo. Jadi terbayang balapan di era mereka kan…

Tentang Rossi

Sementara mengenai Valentino Rossi dengan jelas dia mengatakan bagaimana sulitnya mengalahkan popularitas Vale. Menurutnya, Rossi selalu menjadi contoh bagi pembalap lainnya, seperti Fabio Quartararo yang ingin membalap dengan F1 seperti yang dilakukan Rossi.

“Ketika terlalu banyak orang di sekitarku, aku tak merasa nyaman. Saat Valentino Rossi jadi referensi di kelas MotoGP dan jika kita tak seperti dia, kita tak akan terlihat bagus dan bahkan orang-orang tak tertarik dengan kita,” kata Pedrosa..

Namun kini era pembalap diatas sudah berakhir, ketika ‘negara api menyerang’ maka semua yang dulu dilakukan mereka tampak indah, atau bersifat relatif karena semua tergantung selera.. Regulasi telah berubah semua.. Tapi jika ditanya: Mau nonton balap dengan manuver yang menghibur seperti era Rossi dulu atau balapan ngacir semakin di depan saat ini?😁

Related Articles

2 COMMENTS

  1. Casey alami , valentino sangat jago , pedrosa digdaya , jorge prkasa…
    Dijaman mereka mnjadi raja ,, smua motor tlihat sporty dan bikin ngeri..plus g kbanyakan regulasi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page