Apa yang Bisa Dipelajari MotoGP dari Superbike?

RiderTua.com – Akhir pekan lalu, Inggris menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Superbike di Donington Park. Dan dalam beberapa pekan lagi (21 Agustus), Inggris menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang MotoGP di Silverstone. Dalam banyak hal, dua kelas ini sangat berbeda. Dorna sebagai pemilik kedua seri balap motor bergengsi ini, seharusnya bisa mengambil pelajaran dari Superbike untuk MotoGP.

Akhir-akhir ini balap MotoGP menjadi sedikit lebih membosankan dengan semakin sedikit overtake yang bisa dilakukan pembalap, dan dengan balapan yang hampir seluruhnya diputuskan untuk menyalip dari slipstream dan grid. Di sisi lain, kejuaraan dunia balap motor berbasis produksi sedang menikmati kebangkitan sehingga sangat kontras dengan MotoGP dan terlihat jelas akhir pekan lalu. Namun lucunya di Superbike yang bertarung di depan hanyalah 3 pembalap: Rea-Bautista-Toprak..

Apa yang Bisa Dipelajari MotoGP dari Superbike?

Seluruh balapan Superbike di Donington Park kemarin tidak membosankan, meskipun juara dunia 2021 Toprak Razgatlioglu menyapu bersih dengan meraih tiga kemenangan. Tentu, pembalap asal Turki itu mampu memperkecil keunggulan Alvaro Bautista (Ducati) di Kejuaraan, tetapi persaingannya lebih ketat dari sebelumnya.

Podium untuk balapan pertama akhir pekan pada Sabtu sore, hanya diputuskan ketika Bautista crash, sehingga menghalangi penggemar untuk melihat duel epik dengan juara dunia enam kali Jonathan Rea dalam balapan. Pada balapan kedua, Scott Redding meraih podium BMW pertamanya setelah pertarungan mendebarkan melawan Alex Lowes (Kawasaki).

Duel semacam ini di lap terakhir, manuver menyalip berulang kali, aksi pengereman keras yang terkait erat dengan MotoGP hanya terjadi beberapa tahun yang lalu. Balapan MotoGP telah berevolusi menjadi wahana prosesi. Sementara Kejuaraan Dunia Superbike, yang selama ini sepenuhnya didominasi oleh Rea, telah dirombak.

Sebagian karena jenis motor yang membentuk grid SBK yakni V4 Ducati versus in-line 4-silinder Yamaha dan Kawasaki. Ini berarti bahwa, motor yang berbeda mempunyai kekuatan di area yang berbeda dimana sesuatu yang tidak benar-benar ada lagi di dunia MotoGP yang sebagian besar homogen.

Dengan kepergian Suzuki dan hilangnya tim satelit dari Yamaha, hanya akan ada dua motor tersisa di grid yang tidak mempunyai konfigurasi mesin yang persis sama. Sebuah perubahan besar dari hari pertama kelas 990cc pada tahun 2002 dengan V5 Honda, V4 Suzuki dan inline 3 Aprilia dan bahkan kadang-kadang motor 500cc 2-tak dengan konsep V4 dan inline 4s. Pada tahun 2003 Ducati V4 ditambahkan.

Tapi tentu saja alasan utama untuk masalah ini sebagian sudah sangat jelas, dan itu bukan hal baru bagi penonton MotoGP yang fanatik, ride height devices dan aerodinamika yang semakin canggih memastikan bahwa seluruh dasar seri berubah.

Sementara beberapa motor di World Superbike hari ini mempunyai winglet (ironisnya, winglet berbentuk tradisional yang telah dilarang dari MotoGP karena alasan keamanan), mereka jelas harus sesuai dengan spesifikasi model produksi. Ini mencegah pengembangan kembali yang cepat dan desain yang terlalu canggih. Jika kita menganggap bahwa hal-hal ini juga harus efektif pada balapan pagi hari, misalnya jika seseorang memilih Ducati V4R.

Dan juga tidak ada ride height devices yang dibenci di WorldSBK, yang masuk akal mengingat mereka sama sekali tidak berguna di jalan.

Jika melepas winglet dan perangkat di MotoGP, bisa dibayangkan balapan akan kembali seperti biasanya. Tetapi pabrikan dijanjikan stabilitas dalam peraturan hingga akhir 2026. Hanya perangkat depan yang dilarang untuk 2023 karena alasan keamanan, karena alasan anggaran, dan karena semua pabrikan kecuali Ducati menentang sistem ini.

Kenapa WSBK Lebih Menarik?

Ada lebih banyak alasan yang membuat Kejuaraan Dunia Superbike lebih menarik. Pengalaman penggemar hampir unik di motorsport kelas dunia, karena tiket akhir pekan standar memberi mereka akses penuh ke paddock dan zona penggemar langsung yang luar biasa di tengah paddock.

Jelas ini mungkin tidak layak untuk MotoGP mengingat kerumunan yang lebih besar yang datang ke banyak balapan dan fakta bahwa paddock di sana membutuhkan lebih banyak ruang untuk disiapkan. Bahwa ada nilai uang yang jauh lebih baik untuk tiket SBK di Donington ketimbang tiket MotoGP di Silverstone dalam waktu beberapa minggu sudah jelas.

Pada dasarnya ada tiga hal yang penting di World Superbike yakni balapan yang lebih seru, tampilan motor yang lebih tradisional dan pengalaman event yang luar biasa.

Tentu, ini adalah faktor zaman modern untuk tidak mengetahui sebelumnya siapa yang akan menang pada akhir pekan tertentu. Tapi itu juga sebagian karena keseimbangan antara merek yang berbeda dan motor yang digunakan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page