Pit Beirer: Kerja Terus, Kami Tidak Liburan Musim Panas

RiderTua.com – Pada bulan Juni tahun lalu, KTM punya motor pemenang dan Oliveira yang tampaknya seperti penantang gelar. “Tapi kemudian terjadi kesalahan,” kata Pit Beirer selaku Direktur Motorsport Pierer Mobility AG dengan merek KTM, Husqvarna dan GASGAS. Dan mereka telah belajar dari kesalahan tahun sebelumnya. “Pada tahun 2021, Miguel Oliveira berhasil dua kali finis di posisi ke-2 dan merayakan kemenangan di Mugello, Catalunya dan Sachsenring, kemudian finis di tempat ke-5 di Assen. Kami memasuki liburan musim panas dengan motor pemenang dan kemudian ingin mengambil langkah maju berikutnya setelah itu. Kami membawa tiga sasis baru yang berbeda ke GP Spielberg pada awal Agustus, ditambah fork dan part lainnya. Kami mengujinya lagi secara tidak perlu di trek balap,” ujar Bierer. Apakah Aprilia akan bernasib sama dengan KTM setelah dicabut konsesinya?

Insinyur KTM Tidak Liburan Musim Panas

Di TT Belanda-Assen, dua pembalap KTM Bull-KTM Brad Binder dan Miguel Oliveira behasil masuk ke Q2. Dalam balapan tersebut, Binder yang finis di posisi ke-5 hanya kalah 2,7 detik dari pemenang Pecco Bagnaia. Sementara Oliveira finis ke-9 hanya kalah 8,3 detik. Pembalap asal Afrika Selatan itu memasuki jeda musim panas sebagai peringkat 6 dan pembalap asal Portugal itu (musim 2023 di WithU-RNF-Aprilia) di peringkat 10 dalam klasemen.

Beirer melanjutkan, “Setelah liburan musim panas, kami tidak akan membawa sasis baru. Tapi saat tes Barcelona kami mampu berkembang. Dan kami mempunyai semua data dari dua balapan setelah itu. Jadi kita bisa mengambil langkah-langkah tertentu. Kami bisa berjanji pada Brad bahwa kami tidak akan pergi berlibur di bulan Juli. Kita tidak bisa berhenti bekerja di kelas ini. Di MotoGP kita harus menjadi lebih cepat setiap saat. Itulah MotoGP.”

Khusus Brad Binder, dia telah mencetak 27 gol dalam 29 balapan terakhir sejak awal musim 2021. Beirer menambahkan, “Jika usai kualifikasi muncul garis kekhawatiran di dahi saya, maka dia mendatangi saya dan berkata ‘Jangan khawatirkan saya, bos. Kita akan mendapatkannya besok’. Optimismenya tak tergoyahkan.”

Penampilan KTM buruk di beberapa balapan pertama, terutama dalam latihan dan kualifikasi. Tapi setidaknya kecepatan balap KTM RC16 sangat mengesankan. Alhasil, kecuali Austin-Texas (Binder finis ke-12, Oliveira gagal finis), setidaknya satu KTM selalu berhasil masuk 10 besar.

Pit mengatakan, “Sayangnya, itu adalah fakta yang sangat jelas bahwa kami biasanya terlalu lambat pada hari Sabtu. Untungnya, kecepatan balapan sering menyelamatkan kami. Dan terlepas dari masalah ini, sekarang Brad bertarung untuk peringkat 5 di klasemen.” Namun, kini rider Red Bull KTM itu berada di peringkat 6 dalam klasemen.

“Masih sangat sulit bagi kami untuk cepat dalam satu lap. Di Assen kami melakukan beberapa hal secara berbeda. Kemudian kami berhasil masuk ke Q2 dengan kedua pembalap, yang merupakan rasa pencapaian dan kelegaan tertentu. Start dari posisi 8 dan 10, Miguel dan Brad mampu mengatur balapan mereka secara berbeda dari minggu-minggu dan bulan-bulan sebelumnya ketika mereka start dari posisi 15 atau 17. Itu sangat jelas,” kata Beirer.

Bos asal Austria itu menjelaskan, “Tugas utama kami untuk paruh kedua musim ini masih lap individu pada hari Sabtu. Batu ujian untuk pengaruh proyek MotoGP kami selalu pada hari Sabtu setelah jam 2 siang. MotoGP di level ini sekarang luar biasa. Kesediaan tertentu untuk menderita adalah bagian darinya, dari pihak kami sebagai produsen dan juga para pengemudi. Dibutuhkan kerja keras jika kita ingin secara konsisten berada di depan. Tapi itu tetap menyenangkan. Apalagi saat kita berada punya tiga pembalap di podium di kelas Moto3 seperti di Assen, memenangkan balapan Moto2 dengan Augusto Fernandez dan finis ke-5 di MotoGP, maka itu adalah hari Minggu yang sangat sukses.”

Pit Beirer juga memuji tangan dingin Aki Ajo dalam memoles pembalap muda dengan sangat sukses. Aki Ajo telah bekerja dengan KTM sejak awal era Moto3 pada tahun 2012 dan telah menyumbang lebih dari 50 persen dari semua kemenangan KTM GP. “Aki mempunyai sentuhan emas dalam hal menemukan bakat. Tapi kemudian ada pekerjaan kelas satu yang dia dan timnya tawarkan kepada para pembalap. Aki Ajo menawarkan latihan terbaik untuk pembalap top masa depan, dia menjalankan akademi elit dalam olahraga balap motor,” ujar Pit.

“Itu benar sekali. Aki tangguh, di sisi lain dia adalah tipe seorang teman sejati. Yang merangkul para pembalap saat keadaan tidak berjalan baik. Dia menunjukkan persahabatannya saat para pembalap melewati masa-masa sulit. Dia melakukan pekerjaan yang sempurna,” pungkas salah satu bos KTM itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page