Toprak Razgatlioglu: Engine Brake Tidak Bekerja Maksimal

RiderTua.com – Pada balapan Superbike di Misano, Toprak Razgatlioglu mengakhiri kutukan balapan tanpa kemenangan di Superpole race. Untuk mengejar ketertinggalan di klasemen keseluruhan, pembalap Yamaha itu sangat membutuhkan kesuksesan di balapan utama. BTW, sejak Argentina pada Oktober 2021, Toprak harus menunggu untuk kembali meraih kemenangan berikutnya di Superbike. Seperti di San Juan Villicum, pembalap asal Turki itu memenangkan balapan Superpole hanya dalam 10 lap di Misano. Berbeda dengan Ducati, performa Yamaha R1 menurun dalam kondisi panas.

“Engine brake tidak bekerja maksimal karena ban tidak punya grip yang sama seperti di pagi hari. Dalam kondisi yang lebih dingin, cengkeraman ban lebih baik. Itu sebabnya saya tidak merasakan pengereman mesin seperti halnya di balapan Superpole, yang membuatnya lebih sulit,” jelas Toprak.

Toprak Razgatlioglu: Engine Brake Tidak Bekerja Maksimal

Pada balapan di Aragon, Assen dan Estoril, pemimpin klasemen Alvaro Bautista (Ducati) dan Jonathan Rea (Kawasaki) berbagi kemenangan. Keduanya jauh di depan Toprak di klasemen keseluruhan. Pembalap asal Spanyol itu mengoleksi 79 poin sementara rider asal Irlandia Utara itu dengan 43 poin.

“Dalam balapan Superpole, kecepatan kami luar biasa. Kami melaju 1:33 menit dan secara keseluruhan itu balapan yang bagus untuk saya. Setelah masalah teknis pada lap pertama, kami mampu meningkatkan motor secara signifikan, terutama terkait rem mesin (engine brake),” puji pembalap berusia 25 tahun itu yang ditujukan pada tim Pata Yamaha-nya.

“Dalam kondisi panas di sore hari kami memilih ban balap standar SCX karena bekerja dengan sempurna di pagi hari. Namun di balapan kedua, setelah 6 lap ban semakin spin. Meski demikian, saya memberikan segalanya dan terus berusaha untuk memenangkan balapan. Ketika roda depan saya hampir tergelincir di tikungan 8, saya mundur ke posisi kedua,” imbuhnya.

Bautista memenangkan balapan kandang Ducati dengan keunggulan lebih dari 7 detik. “Alvaro sangat cepat. Setelah ban saya aus, dia melaju sendirian di depan. Tapi bagaimanapun juga, saya juga senang dengan podium saya. Di Donington saya akan mencoba untuk memenangkan balapan utama lagi,” pungkas Toprak yakin.

Engine Brake adalah suatu teknik pengereman dimana dilakukan oleh mesin itu sendiri namun diawali dengan deselerasi atau penurunan kecepatan, transmisi diturunkan ke gigi lebih rendah dan penggunaan piranti pengereman reguler dimana fungsi rem ini adalah sebagai pembantu dalam mengurangi kecepatan motor, namun terbukti efektif menjaga motor stabil jika setup-nya bagus..

Jadi untuk menghentikan laju motor MotoGP dengan speed lebih dari 340 km/jam dengan menggunakan perbandingan/kira-kira: rem depan (70%), rem belakang (10%) dan engine brake (20%).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page