Jorge Lorenzo: Orang Tua dan Manajer adalah Orang Terpenting dalam Karirku

RiderTua.com – Pada 5 Mei 2002 atau tepatnya 20 tahun yang lalu, Jorge Lorenzo yang saat itu masih berusia 15 tahun berada di grid untuk pertama kalinya dalam balapan MotoGP kelas 125cc di Jerez. Dan pada 30 April 2022, pembalap yang kini berusia 34 tahun itu dinobatkan sebagai legenda MotoGP di tempat yang sama. “Orang tua dan manajer adalah orang terpenting dalam karirku,” ujar rider asal Spanyol itu.

Jorge Lorenzo: Orang Tua dan Manajer adalah Orang Terpenting dalam Karirku

Mulai awal karir sebagai pembalap hingga pensiun pada akhir musim 2019, dia membukukan 297 penampilan balap, ​​68 kemenangan, dan 152 podium. Pada tahun 2006 dan 2007 dia sukses menjadi juara dunia di kelas 250cc, dan pada 2010, 2012 serta 2015 dia merengkuh gelar dunia MotoGP.

Saat Jorge Lorenzo ditanya, apa tiga momen paling emosional dalam kariernya? Lorenzo menjawab, “Tentu, salah satu momen terpenting adalah kemenangan perdana saya di Brasil pada tahun 2003. Setelah itu saya mencari ‘uang’ dari balapan. Kemudian pada 2006 ketika saya meraih gelar juara dunia di kelas 250cc dan tentunya gelar dunia pertama MotoGP di tahun 2010. Setelah itu saya hanya bisa bangkit kembali tanpa tekanan dan mencoba mengulang kesuksesan yang pernah saya lakukan.”

Apakah crash di Assen-Belanda pada tahun 2013 dan upayanya untuk kembali melakukan serangan kilat merupakan salah satu momen terbesarnya baik secara mental dan pribadi?
“Saat itu saya ingin kembali menjadi juara dunia dan Dani Pedrosa memimpin klasemen. Saya tidak ingin kehilangan terlalu banyak poin, tetapi rasa sakitnya begitu luar biasa sehingga saya tidak ingin menunggu sampai hari Senin untuk menjalani operasi,” kenangnya.

“Kemudian kami mengatur penerbangan pribadi dan saya langsung dioperasi pada malam harinya. Karena saya merasa baik-baik saja pasca operasi, saya ingin mencoba kembali balapan. Kemudian saya finis ke-5 dan saat itu saya berusia 25 tahun, jadi saya melakukannya. Saya tidak berpikir akan terjadi crash lagi. Tapi sayangnya saya crash lagi di balapan berikutnya di Sachsenring,” lanjut putra Chicho Lorenzo itu.

Siapakah orang terpenting dalam karirnya? Lorenzo menjawab, “Orang yang paling penting dalam hidup saya adalah ibu saya, karena dia memberi saya hidup. Tapi secara profesional, jelas ayah saya. Dia memberi saya motor pertama saya dan mengajari saya segalanya sampai saya berusia 12 atau 14 tahun. Tanpa dia, saya tidak akan berada di sini. Tapi ada banyak orang penting sepanjang karir saya. Seperti manajer saya, yang semuanya telah menjadi bagian dari kesuksesan saya.”

Sejak musim ini, Lorenzo menjadi narasumber TV. Apakah ada rencana untuk kembali ke paddock di masa depan? “Saya kembali ke paddock di Qatar dan Mugello dan akan melakukannya untuk 5 balapan lagi. Saya senang jika saya bisa berbagi pengalaman saya. Saya selalu mengatakan apa yang saya lihat dan saya amati, itu bisa benar atau salah. Tetapi saya selalu mencoba untuk menghormati semua orang, dan semua pembalap yang bersaing di sirkuit sangat menghormati saya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives