Lorenzo Baldassarri Menunggu Kesempatan MotoGP, Melipir Dulu di WSBK

RiderTua.com – Hanya tujuh pembalap yang memenangkan balapan pertama mereka di World Supersport, tahun ini Lorenzo Baldassarri menambah daftar baru tersebut. Pembalap Italia itu ingin menggunakan kelas supersport sebagai batu loncatan. Lorenzo Baldassarri mengatakan MotoGP masih merupakan impian besarnya, namun melihat slot dikelas premier sudah penuh terisi, SBK adalah pilihan realistis. Selain itu Kejuaraan Dunia Superbike juga akan menjadi langkah yang baik dan dekat dengan MotoGP. Di MotoGP tim dan motor membuat perbedaan, di Supersport dan Superbike pembalap memiliki pengaruh yang lebih besar.

“Saya belajar banyak di Moto2 karena levelnya sangat tinggi di sana, semua orang sangat cepat. Kita juga harus sangat berhati-hati dengan ban di sana, itu tidak mudah. Mesin prototipe di MotoGP tidak mudah, itulah sebabnya kami melihat pertarungan yang bagus di Supersport dan Superbike. Saya berkonsentrasi pada tahun ini, kemudian kita akan melihat apa yang saya tawarkan (di MotoGP atau lainnya).”

Yamaha secara teratur mencoba untuk mengangkat pembalap sukses dari kategori yang lebih rendah atau kejuaraan nasional. Beberapa diantaranya adalah:

  • Sandro Cortese menjadi Juara Dunia Supersport pada tahun 2018 dan mengikuti Kejuaraan Dunia Superbike di Tim Giansanti pada tahun berikutnya.
  • Juara Supersport 2020 Andrea Locatelli dipromosikan langsung ke tim Factory Superbike untuk tahun 2021.
  • Kohta Nozane sebagai Juara Superbike Jepang membela tim GRT sejak 2021,
  • Garrett Gerloff peringkat ketiga di Kejuaraan AS 2019 sejak 2020. Rekan satu timnya saat itu adalah Federico Caricasulo, runner-up Supersport 2019.

Namun melihat perjalanan Lucas Mahias (2017), Randy Krummenacher (2019) dan Domi Aegerter (2021) menunjukkan bahwa gelar Supersport bukan jaminan promosi. Karena Yamaha juga harus memiliki salah satu dari empat mesin pabrikan yang tersedia, dan usia serta kondisi keuangan juga berperan. Jika Nozane tidak membuat langkah signifikan tahun ini, kemungkinan dia kehilangan tempatnya di GRT setelah dua musim.

Bagaimana dengan Baldassarri..?

Lorenzo Baldassarri, menjadi pembalap ketujuh yang memenangkan balapan pertamanya di kelas Supersport di Aragon, berspekulasi tentang kesempatan seperti itu, dan setelah dua balapan dia memimpin kejuaraan dunia bersama dengan juara bertahan Aegerter.

“Mimpi saya tetap membalap di MotoGP.. Tetapi Kejuaraan Dunia Superbike juga akan menjadi langkah yang baik dan dekat dengan MotoGP. Superbike adalah kategori yang bagus, balapannya sangat dekat dan menyenangkan untuk ditonton. Ini adalah pertarungan nyata, tidak seperti di MotoGP di mana ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Di MotoGP tim dan motor membuat perbedaan, di Supersport dan Superbike pembalap memiliki pengaruh yang lebih besar. Saya belajar banyak di Moto2 karena levelnya sangat tinggi di sana, semua orang sangat cepat. Anda juga harus sangat berhati-hati dengan ban di sana, tidak mudah. Mesin prototipe tidak kenal toleransi, itulah sebabnya kami melihat pertarungan yang bagus di Supersport dan Superbike. Saya berkonsentrasi pada tahun ini, kemudian kita akan melihat apa yang saya tawarkan,” kata Baldassarri

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives