Andrea Dovizioso: Yamaha Tak Bisa ‘Ditekuk’ Seperti Ducati di Tikungan!

RiderTua.com – Gaya balap Ducati dan Yamaha bertolak belakang, kebiasaan Dovi di Ducati yang masih terbawa saat ini secara naluriah harus segera dilupakan terutama saat melibas tikungan. Melihat cara pendekatan Pecco dan Miller saat cornering, motor Yamaha M1 tidak bisa ‘ditekuk’ ditikungan seperti Ducati GP22..  Selain itu menurut Andrea Dovizioso, butuh waktu bagi Yamaha untuk menyelesaikan masalah grip yang selama ini menjadi masalah utamanya. Setelah 4 seri MotoGP, pembalap berusia 36 tahun itu berada di peringkat 21 dengan hanya mengumpulkan 3 poin di klasemen. Rider asal Italia itu masih belum kompetitif dengan Yamaha M1 setelah 9 balapan termasuk tes pra-musim IRTA. Runner-up tiga kali dan pemenang GP 15 kali di MotoGP itu tidak dapat dan tidak ingin menyembunyikan kekecewaannya di awal musim. “Saya tidak tertarik pada balapan, jika tidak tampil kompetitif,” tegasnya di Red Bull Grand Prix of the Americas akhir pekan lalu.

Andrea Dovizioso Berbicara Tentang Gaya Balap Yamaha dan Masalah Grip

Masalah utama yang diidentifikasi Dovi adalah kurangnya grip roda belakang. “Motornya memiliki pengendalian yang sangat baik (handling mudah) dan menawarkan banyak cengkeraman di bagian depan. Jadi ini memungkinkan kita untuk berbelok ke tikungan dengan sangat cepat dan membiarkannya berjalan. Intinya adalah, bahwa kita tidak memiliki banyak grip pada roda belakang di tengah tikungan dan terutama saat keluar tikungan. Jadi kalau mencoba berakselerasi dengan mengandalkan grip roda belakang, tidak akan pernah bisa berakselerasi,” jelas ayah dari seorang putri bernama Sara itu.

Dovizioso menambahkan, “Misalnya, jika kita melihat racing line Pecco (Bagnaia) dan (Jack) Miller, mereka mengerem sangat kuat, mengarahkan langsung ke tikungan, meluruskan motor dan berakselerasi. Ini persis kebalikan dari apa yang harus kita lakukan di Yamaha.”

“Tapi jika kita membalap seperti itu (seperti Pecco dan Miller) atau bahkan ke arah itu, itu tidak akan berhasil dan secara naluriah itulah yang saya lakukan. Jika kita tidak mengerem dengan keras, tetap melebar, lepaskan rem sepenuhnya dan coba biarkan berjalan. Kita tidak bisa cepat dengan motor ini. 100 persen. Jika ada cara lain, itu masih sangat-sangat mirip dengan apa yang dilakukan Fabio (Quartararo). Menurut saya, ini yang terjadi.”

Dovi tidak yakin Yamaha akan mampu menghadirkan pembaruan untuk meringankan masalah grip ini di masa mendatang. “Menurut saya, sangat rumit untuk bekerja pada aspek-aspek itu dan meningkatkan cengkeraman. Ini membutuhkan waktu. Jujur, saya tidak berpikir perubahan yang signifikan akan datang dalam waktu dekat untuk memahami arah dan meningkatkan,” imbuh rider WithU Yamaha RNF itu.

“Saya tidak memperkirakan itu, tetapi akan ada diskusi sehingga saya bisa mendapatkan lebih banyak informasi. Tapi satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan adalah beradaptasi dengan motor sebaik mungkin. Namun, kami terlalu jauh. Bahkan jika saya sedikit berhasil, jaraknya masih terlalu jauh. Sangat besar,” pungkas Dovizioso terang-terangan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: