Miguel Oliveira: Aspal Baru Mandalika ‘Nge-Grip’ atau Tidak?

RiderTua.com – Miguel Oliveira: Aspal baru Mandalika nge-grip atau tidak?… Pada balapan pembuka musim MotoGP 2022 di Qatar, rider asal Portugal itu gagal finis lantaran crash dalam balapan saat mencoba masuk 10 besar. Ini artinya, pembalap berusia 27 tahun itu hanya mendulang 9 poin dalam 10 balapan terakhir. Jelang GP Indonesia, pembalap Red Bull KTM itu memiliki dua target yang sangat jelas untuk Mandalika. “Saya benar-benar harus mencetak poin dan menemukan feeling yang lebih baik untuk limit ban depan,” ujar Oliveira.

Miguel Oliveira: Aspal Baru Mandalika Nge-grip atau Tidak?

Lebih lanjut, Miguel Oliveira mengatakan, “Trek itu tampaknya dalam kondisi lebih baik ketimbang saat tes pada Februari lalu. Setidaknya terlihat seperti itu dari luar, itu positif. Saya tak sabar untuk balapan di sini dan saya berharap kami bisa memulai awal yang menjanjikan di FP1.”

“Kami kompetitif dalam tes disini, terutama dalam hal kecepatan balapan. Kami juga tidak kehilangan banyak catatan waktu terbaik. Itu positif. Sekarang kami harus menggunakan peluang kami dan mengumpulkan poin. Itulah targetn nomor satu saya untuk balapan ini. Itulah prioritas tim dan saya di Mandalika,” imbuhnya.

Apa yang dikatakan Oliveira tentang 1,6 km bagian trek yang baru diaspal ulang? Permukaan lintasan di sana terlihat sangat berbeda dibandingkan di daerah yang masih memiliki aspal lama. Oliveira berkata, “Permukaan aspal baru terlihat bagus. Tapi sulit untuk mengatakan apakah aspal baru itu grippy atau tidak. Kami hanya bisa menilai itu setelah melintasi trek besok. Kami melihat banyak warna aspal yang berbeda sepanjang tahun. Tapi penampilan tidak bisa mengatakan apa-apa tentang grip.”

Selama tes, para pembalap mengeluhkan grip yang sedikit dan banyak kotoran di samping racing line. “Ya, masih terlihat seperti itu dan tentu saja itu sesuatu yang mengkhawatirkan kami. Jika kotor di sebelah ‘racing line’, sangat sulit menyalip di sini. Tapi saya pikir kami memiliki kondisi yang lebih baik ketimbang saat tes. Karena akan ada motor dari kelas Moto3 dan Moto2 di lintasan. Mereka memiliki racing line yang berbeda, yang diharapkan dapat membantu menciptakan lebih banyak grip dan memperluas ‘racing line’,” imbuh rider Red Bull KTM itu.

Oliveira melihat KTM RC16 lebih kompetitif setelah Brad Binder finis ke-2 di Qatar. Tetapi dia memiliki masalah di roda depan, dia tidak memiliki feeling yang diperlukan untuk limit di daerah perbatasan.

Runner-up Moto3 2015 dan runner-up Moto2 2018 itu menambahkan, “GP Qatar sudah berlalu, sekarang kami harus positif tentang balapan berikutnya. Yang benar-benar penting adalah poin pada hari Minggu setelah balapan. Iitulah yang saya fokuskan. Saya tidak memiliki keluhan tentang performa saya dan motornya benar-benar mumpuni.”

“Tapi saya tidak membuat kesalahan yang jelas di Qatar yang menyebabkan saya crash saat balapan. Sekarang kami mencoba mengembangkan feeling yang lebih baik untuk limit ban depan. Agar kita bisa menghindari crash lebih jauh atau setidaknya mendapat peringatan sebelum roda depan slip. Dimana hal itu tidak terjadi di Qatar. Saya perlu merasa lebih baik di mana limit ban depan. Saya memiliki tim yang hebat, semua orang mendukung saya. Tapi kami membutuhkan hasil. Itu adalah tujuan yang jelas untuk hari Minggu,” pungkas Miguel Oliveira.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives