Jeremy Burgess, MotoGP 2001: Duel Rossi Vs Biaggi dan Honda Vs Yamaha

RiderTua.com – Menurut Jeremy Burgess: Musim MotoGP 2001 bukan hanya duel Rossi vs Biaggi tapi juga Honda vs Yamaha… Ketika Valentino Rossi ditanya tentang pencapaian terbesar dalam 26 tahun karirnya di kejuaraan dunia balap motor, tanpa ragu Rossi menyebut gelar 500cc yang diraihnya pada tahun 2001. Saat itu, Vale bersaing ketat melawan rekan senegaranya Max Biaggi (Yamaha). “Honda menghadirkan versi terakhir dari NSR500, yang jauh lebih baik dari yang lama. Itu adalah motor baru dan sangat luar biasa,” kata Rossi.. Hal ini dia sampaikan dalam sebuah acara tertajuk ‘Tales of Valentino’ yang didedikasikan khusus untuknya.

2001 Bukan Hanya Duel Rossi Vs Biaggi Tapi Juga Honda Vs Yamaha

Valentino Rossi pun memulai ceritanya, “Saya tahu itu adalah kesempatan terakhir saya untuk menjadi juara dunia di kelas 500cc. Kemudian era MotoGP dimulai, dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.”

“Honda menghadirkan versi terakhir dari NSR500, yang jauh lebih baik dari yang lama. Itu adalah motor baru dan sangat luar biasa. Itu adalah musim yang hebat, karena saya berhasil memenangkan 11 balapan. Tetapi itu bukan kemenangan gelar yang mudah karena ada pertarungan sengit dengan Biaggi, ” imbuh Vale yang memulai musim terakhir era 2-tak dengan cemerlang dengan menorehkan 3 kemenangan berturut-turut.

“Bukan hanya duel antara Valentino melawan Max, tapi juga duel Honda melawan Yamaha,” kata kepala kru Rossi saat itu, Jeremy Burgess.

“Kami berjuang sangat keras di lintasan dan hubungan kami juga tidak terlalu bagus di luar lintasan,” kenang pembalap berusia 42 tahun itu sambil tersenyum.

Di sisi lain, Biaggi menegaskan, “Kami tidak saling membicarakan, terutama pada media. Orang selalu melaporkan beberapa statement, tetapi kami tidak pernah tahu apakah itu benar atau tidak.”

Rossi menjelaskan, “Kami mendapat banyak tekanan, yang terutama datang dari media Italia. Karena mereka ‘menggarisbawahi’ persaingan ini dan karena mereka harus memutuskan siapa pembalap nomor 1 sekarang, Rossi atau Biaggi.”

Komentator MotoGP asal Italia Guido Meda mengatakan, “Biaggi tahu dan melihat bahwa pemuda ini (Rossi) akan datang. Vale akan menjadi berita utama di surat kabar harian dan tampil sangat baik di TV. Dan saya pikir, jika kita adalah seorang raja maka tidak mudah untuk melihat seorang pangeran datang yang menginginkan tahta kita.”

Mantan direktur olahraga Aprilia yang merupakan manajer senior dan orang dalam MotoGP, Carlo Pernat menyatakan, “Kita tidak hanya memenangkan balapan di trek, tetapi di atas semua itu dengan ‘apa yang ada di kepala dan jiwa’ kita. Valentino berhasil mengalahkan Biaggi dengan mudah dan dengan karismanya.”

Valentino Rossi mendapatkan match point pertama dalam pertarungan Gelar Dunia di Phillip Island, dan menerbangkan penggemar khusus dan teman-temannya dari Tavullia ke Australia. “Vale membayar tiket pesawat untuk 20 atau 25 orang. Jadi saya melihat orang-orang dari Tavullia di paddock Australia. Dimana kebanyakan mereka belum pernah naik pesawat sebelumnya. Itu benar-benar aneh, tetapi juga indah,” kenang sohib Rossi, Alessio ‘Uccio’ Salucci sambil tersenyum lebar.

Rossi tidak hanya berhasil merebut gelar 500cc di GP Australia 2001, tapi juga mengalahkan Biaggi di lap terakhir dalam perebutan kemenangan balapan. “Perasaanku sangat bagus, jadi saya ingin memberikan perlawanan yang maksimal. Dan ini saya rasakan di sepanjang hidup saya,” imbuh Rossi dengan mata berbinar.

Biaggi yang kini berusia 50 tahun itu dengan sportif mengatakan, “Jika dia tidak memenangkan gelar dalam satu balapan, maka di balapan berikutnya dia pasti menang. Karena dia lebih konsisten dan membuat lebih sedikit kesalahan.”

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page