Ken Kawauchi: Menambah Power? ‘Tidak Semudah Itu Ferguso’

RiderTua.com – Ken Kawauchi mengatakan banyak pembalap mesin inline-4 yang merengek agar motor mereka bisa bejaban dengan top speed Ducati di trek lurus. Meski mudah untuk naikkan power, namun masalahnya tidak hanya itu saja.. “Tidak sesederhana itu, ketika kita memiliki lebih banyak power, kita juga harus menemukan keseimbangan di sisi lain sehingga kita tidak kalah di bagian lain. Ini selalu tentang keseimbangan dan paket lengkap. Kami harus meningkatkan di mana-mana, tidak hanya sedekar mendapatkan lebih banyak power dari mesin saja,” kata Ken. Hal senada juga diminta Fabio Quartararo dari tim Yamaha..

Joan Mir gagal mempertahankan gelar dunianya pada 2021 dengan hanya menempati peringkat 3 dalam klasemen. Sementara rekan setimnya Alex Rins malah bernasib buruk di musim ini, rider berusia 26 tahun itu malah merosot tajam ke peringkat 13 (peringkat 3 pada 2020). Suzuki harus menelan pil pahit lantaran tak menorehkan satu pun kemenangan, serta hanya menempati peringkat 3 dalam kejuaraan konstruktor dan tim. Angka-angka dari musim MotoGP 2021 ini jelas tidak memuaskan tim pabrikan Suzuki. Menurut Manajer Teknis Suzuki Ken Kawauchi, musim MotoGP 2021 adalah musim yang sulit. Dia berbicara tentang filosofi pabrikan asal Jepang itu dan peningkatan yang ditargetkan untuk tahun 2022.

Ken Kawauchi (Suzuki): Tidak Hanya Sekedar Menambah Power Mesin

Ken Kawauchi mengatakan, “Kami harus mengakui bahwa ini adalah tahun yang sulit dari sudut pandang teknis. Mulai awal musim, kami dapat melihat seberapa banyak peningkatan yang dilakukan pabrikan lain dibandingkan dengan kami. Dan kami menemukan bahwa keunggulan kami lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Kami harus tetap fokus, meningkatkan motor sepanjang musim dan memperkenalkan bagian lain seperti ride height adjuster.”

Manajer Teknis Suzuki itu menambahkan, “Setelah melewati musim 2020 yang sukses, di mana kami memenangkan Kejuaraan Dunia, kami bekerja pada pengembangan motor dengan cara yang biasa kami kerjakan. Kami hanya melakukan sedikit peningkatan ketimbang mengambil lompatan besar. Ini tidak hanya sesuai dengan filosofi kami, tetapi juga diperlukan karena pengembangan mesin yang dibekukan.”

Berbeda dengan pabrikan lain, Suzuki hanya menghadirkan ride height adjuster yang disebutkan di atas setelah liburan musim panas. Kawauchi tetap terkesan dengan efek perangkat ini. “Ini hanya prototipe pertama. Tapi kami senang melihat bagian yang baru dikembangkan, dapat diperkenalkan dan bekerja dengan baik secara langsung. Terutama berkat pekerjaan yang dilakukan di Jepang,” katanya di Suzuki Racing Magazine terbaru.

Namun secara keseluruhan, pria asal Jepang itu tetap setia pada filosofi mereka. “Peningkatan terbesar tidak membawa satu hal besar, tetapi banyak hal kecil. Ride height adjuster adalah sesuatu yang sangat mudah dikenali, tetapi hal-hal lain telah dicoba dan diuji di belakang layar. Saya merasa bahwa, kami sedikit meningkat di setiap balapan, yang menguntungkan performa kami secara keseluruhan dan membawa kami ke tempat kami sekarang,” lanjut Ken Kawauchi.

Ken melanjutkan, “Salah satu hal yang sering kami dengar tahun ini adalah, ‘GSX-RR membutuhkan lebih banyak power dan top speed.’ Tapi itu tidak sesederhana itu, ketika kita memiliki lebih banyak power, kita juga harus menemukan keseimbangan untuk sisa motor sehingga kita tidak kalah di bagian lain. Ini selalu tentang keseimbangan dan paket lengkap. Kami harus meningkatkan di mana-mana, tidak hanya mendapatkan lebih banyak power dari mesin. Pekerjaan saya bukan untuk terlalu banyak memenuhi setiap persyaratan, tetapi untuk mengawasi gambaran besarnya.”

Setelah tes Jerez pada bulan November, Joan Mir dan Alex Rins mengungkapkan bahwa mesin baru lebih bertenaga. “Kami telah meningkatkan mesin dibandingkan dengan 2020. Tapi kami butuh satu langkah lagi dan kami sangat sibuk di musim dingin,” pungkas Kawauchi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page