Miller: Strategi Benar, di Waktu yang Salah!

RiderTua.com – Awalnya kita menduga Jack Miller dan Rins yang akan podium dan menang karena mereka masuk ke pit duluan untuk swap bike (ganti motor ban hujan). Namun ternyata mereka salah “timing”, yang mungkin terlalu cepat… Karena pembalap lain masih gacor dengan ban slick.. “Mungkin saya terlalu cepat satu lap ganti motor”.. Sebelum hujan turun, Jack Miller berada di posisi ke-5 dan 9 di balapan 28 lap di Spielberg. Di akhir lap ke-23,(yang lain setelah lap-ke25) pembalap Ducati itu memutuskan untuk masuk ke pit lane dan beralih ke motor keduanya, di mana dipasang ban hujan. Bersama Alex Rins (Suzuki), Miller adalah orang pertama yang mengambil strategi ini di GP Austria. Namun sayang, gambling yang diambil pembalap asal Australia itu gagal total. Rider berusia 26 tahun itu hanya finis ke-11 di balapan kedua di Red Bull Ring. Ternyata, satu lap kemudian Miller kembali melorot ke posisi terakhir. Namun pada empat lap berikutnya, dia mampu naik ke posisi ke-11. Akhirnya pemenang balapan Brad Binder (Red Bull KTM), mampu menyelesaikan race meskipun harus ekstra hati-hati, Thriller Miller ketinggalan 25,1 detik setelah 121 kilometer… Waduh.. gak bisa dihitung secara matematis yah, terlalu cepat diangkat kurang matang, lambat dibalik akan gosong…

Miller: Strategi Benar, di Waktu yang Salah!

JackAss mengatakan, “Saya merasa, saya sudah membalap dengan baik. Karena kurangnya grip, saya tidak punya performa untuk mengimbangi pembalap lain. Dan menjelang akhir saya sangat menderita. Ketika saya melihat hujan turun, saya pikir saya mengambil risiko untuk berganti motor. Satu-satunya harapan saya adalah beralih ke ban hujan sedikit lebih awal.”

“Saya berasumsi bahwa, saya akan dapat menyalip yang lain dengan cara ini di trek atau selama pit stop mereka. Jika hujan lebih deras sedikit lebih awal, pembalap lain akan masuk pit karena licin dan saya bisa meluangkan waktu. Tapi strategi itu tidak berhasil. Setidaknya saya bisa menyelesaikan balapan, meski hasilnya bukan yang saya butuhkan atau inginkan. Tapi ada akhir pekan seperti ini ketika tidak ada yang datang bersamaan.”

“Mungkin saya satu lap terlalu cepat. Saya harus berterima kasih kepada tim karena telah siap dan saya tidak tahu apakah mereka siap. Ketika saya menyalip beberapa lawan, saya tidak percaya bahwa mereka masih balapan dengan apik (ban slick). Mereka semua menangani situasi dengan sangat baik. Saya berada di limit dengan motor saya sepanjang waktu (dengan slick), tetapi motor lain bekerja dan mereka punya batas keamanan tertentu. Hanya dengan hujan lebat saya bisa mengambil risiko lebih,” pungkas Jack Miller.

Di klasemen keseluruhan, Miller berada di peringkat ke-5 dengan 105 poin setelah 11 dari 18 balapan yang direncanakan.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives