Rossi Nikmati Balapan-King Cathedral of Speed

1

RiderTua.com – Valentino Rossi diangkat sebagai ‘Warga Kehormatan Kota Assen’. Prestasinya di dunia balap motor dan masih memegang sebagai Raja Cathedral of Speed (Assen) dengan 10 kali kemenangan yang menjadi pertimbangan.. Sebagai salah satu pembalap yang ‘tanpa tekanan’ dan menikmati balapan, Valentino Rossi berujar Assen adalah surga.  Meskipun nantinya kontrak dengan Yamaha tidak berlanjut, Rossi tak akan pusing mencari tim, karena pihak sponsor tetap ingin melihatnya di trek bersama adiknya di tim miliknya sendiri.. Valentino Rossi juga puas dengan feeling dan kecepatan di salah satu trek favoritnya itu. Pembalap Petronas Yamaha itu langsung masuk ke Q2 dengan berada di posisi ke-9 di FP3, di mana kemudian dia harus puas dengan grid start ke-12. “Hari itu cukup positif bagi kami. Saya sudah memiliki kecepatan yang baik di pagi hari dan merasa baik dengan motornya. Kami terus mengerjakan set-up karena kami masih belum 100 persen. Pada akhirnya, saya berhasil melakukan putaran yang sangat baik dan saya langsung masuk ke Q2 di posisi ke-9. Itu tidak buruk.”

Valentino Rossi: Assen Adalah Surga

Valentino Rossi melanjutkan, “FP4 adalah sesi yang bagus. Pada akhirnya saya membukukan beberapa catatan waktu yang bagus dengan ban belakang hard. Kecepatannya bagus. Saya berada di P12, tapi kami semua sangat dekat. Saya merasa nyaman dengan motornya. Untuk Q2 saya berharap untuk sedikit meningkatkan catatan waktu saya.”

“Saya berharap 0,2 atau 0,3 detik lebih cepat, tetapi sayangnya saya sendirian. 1: 32,9 menit adalah catatan waktu yang baik. Tetapi saya hanya ke-12 dengan itu. Sekarang kami harus menunggu dan melihat kondisi apa yang akan kami temukan pada hari Minggu. Kami beruntung hari ini, semoga besok tetap kering. Tapi apapun bisa terjadi di Assen dan cuaca sangat penting untuk balapan dan pemilihan ban.”

Di kualifikasi ada adegan di mana para pembalap MotoGP saling memperhatikan, menunggu dan ‘berjalan-jalan’ di sekitar lintasan. “Semua orang berharap memiliki pembalap yang berbeda di depan mereka (slipstream). Tetapi itu adalah keputusan individu seberapa lama kita menunggu, memacu atau tetap di jalur balap. Setiap pembalap memiliki cara berpikir sendiri. Bagi saya, akan baik jika ada pembalap lain di depan saya. Tapi jika tidak ada, saya akan mencobanya sendiri. Saya tidak suka ditinggalkan dan menunggu. Tetapi setiap pembalap berbeda, ada beberapa pembalap yang menunggu.”

Apakah pemenang TT Belanda 10 kali dan sebagai warga kehormatan Assen, Rossi lebih percaya diri dalam balapan ini? Bagaimanapun, Vale merayakan kemenangan GP ke-115 dan sejauh ini yang terakhir di Assen pada 25 Juni 2017.

“Assen adalah surganya pembalap MotoGP. Tata letaknya istimewa, membalap di sini membangkitkan emosi yang luar biasa dan memberi kita banyak adrenalin. Treknya sangat teknis dan pada saat yang sama sangat cepat. Ini hanya menyenangkan. Dan terlebih lagi, mereka melakukan segalanya di sini, aspal baru menawarkan banyak cengkeraman. Tidak hanya tata letak, sisanya juga bagus. Saya pikir, Assen adalah surga bagi pembalap motor,” kata juara dunia 9 kali itu.

“Kecepatan dan feeling saya dengan motor cukup bagus. Pasti akan sulit pada hari Minggu karena semua rider sangat cepat. Tapi kami harus mencoba menunjukkan balapan yang bagus.”

Mengenai catatan waktu, pembalap berusia 42 tahun itu mengatakan, “Quartararo dan Vinales lebih kuat, dari posisi ketiga dan seterusnya. Dan saya berada di urutan ke-12 di FP4. Mereka semua memiliki kecepatan yang sangat mirip. Banyak pembalap dapat melaju rendah di 1:33, dalam balapan yang tercepat 1: 32,9 menit, yang lain 1: 33,2 menit. Tempat ke-3 hingga ke-12 terpaut 0,3 detik.”

“Saya akan senang, jika besok perasaan saya dengan motor sama seperti hari ini. Jika saya juga bisa membukukan catatan waktu ini dalam balapan dan mencoba untuk tetap bersama grup ini. Itu akan menjadi targetnya,” pungkas kakak Luca Marini (Avintia Sky VR46).

1 COMMENT

Leave a Reply