236 Ribu Unit Motor Royal Enfield Kena Recall!

RiderTua.com – Tiba-tiba Royal Enfield mengumumkan recall besar-besaran di seluruh dunia. Bagaimana tidak, jumlah unit yang ditarik mencapai lebih dari 230 ribu unit, dan itu angka yang sangat tinggi. Recall motor Royal Enfield ini ternyata juga dilakukan di Indonesia, dengan melibatkan model Bullet, Classic, sampai Meteor. Padahal Meteor baru hadir di Tanah Air selama lebih dari sebulan.

Baca juga: Royal Enfield Resmi Rilis Meteor 350 di Indonesia

Recall Motor Royal Enfield Melibatkan Meteor

Mungkin kedengarannya seperti sesuatu yang tak biasa, terlebih untuk produsen seperti Royal Enfield. Mereka sudah lama dikenal dengan sejumlah produk yang berkualitas tinggi serta performanya yang optimal. Tapi tentu terlepas dari kualitasnya, tak ada motor yang sempurna dan pasti memiliki kesalahan ‘kecil’ pada komponennya.

Mereka menarik hingga 236.966 unit motornya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain itu, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan India juga masuk ke dalam daftar penarikan motor Royal Enfield. Melibatkan tiga model unggulannya, terdiri dari Meteor, Bullet, dan Classic, sebenarnya ada masalah apa?

(Royal Enfield)

Masalah Komponen Mesin

Royal Enfield menjelaskan kalau penarikan ini dilakukan setelah mereka menemukan cacat pada salah satu komponen mesinnya, lebih tepatnya coil pengapian. Bagian ini bisa menimbulkan misfiring dan dapat menimbulkan korsleting listrik yang berujung pada kebakaran pada motor. Sebenarnya potensi korsleting tersebut sangat kecil kemungkinannya terjadi.

Walau demikian, Royal Enfield harus menarik tiga produknya tersebut untuk mencegah masalah semakin memburuk. Unit yang terdampak berupa model yang diproduksi dan dijual mulai bulan Desember 2020 sampai April 2021. Khusus Classic dan Bullet hanya diperuntukkan untuk unit keluaran Januari-April 2021.

Ini artinya Meteor 350 yang baru dihadirkan di Indonesia awal April lalu juga ikut terdampak. Tapi Royal Enfield tak membeberkan jumlah unit yang di-recall di masing-masing negara. Meskipun begitu, mereka menjamin tak semua motor harus diperbaiki, tapi mereka ingin memastikan apakah masalah pada coil tersebut bisa ditemukan atau tidak.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives