Fabio Quartararo: Portimao Jadi Tolok Ukur Performa Yamaha M1

0

RiderTua.com – Fabio Quartararo: Portimao jadi tolok ukur performa Yamaha M1… Di awal musim 2020 lalu, Fabio Quartararo memenangkan dua balapan di Jerez, tapi pembalap asal Prancis itu bukanlah pemimpin klasemen di Kejuaraan Dunia. Dan kini di MotoGP musim 2021, Yamaha kembali menunjukkan kekuatannya. Pabrikan berlogo garpu tala itu mampu memenangkan tiga balapan pertama. Ini adalah kali pertama sejak 2010, mereka memenangkan balapan 3 kali berturut-turut di awal musim. Keunggulan Fabio menjadi jelas pada FP4, ketika pembalap berusia 21 tahun itu mampu menetapkan waktu puncak yang lebih konsisten ketimbang lawan lainnya dalam simulasi balapan. Saat Johann Zarco crash, El Diablo mengubah defisit 9 poin di klasemen menjadi keunggulan 15 poin atas Pecco Bagnaia. Dimana pembalap Ducati itu melesat bak roket dari start ke-11 di grid, berakhir finis di tempat ke-2. Tentu ini menjadi penawar kekecewaan setelah waktu pole-nya dilucuti gara-gara bendera kuning.

Fabio Quartararo: Portimao Jadi Tolok Ukur Performa Yamaha M1

Saat start, Fabio Quartararo tidak terlihat langsung gas pol. Dia tampak menahan diri untuk mencapai waktu yang sempurna di tahap awal. Di lap pertama dia hanya menempati urutan ke-6 di belakang Johann Zarco, Alex Rins, Joan Mir, Marc Marquez dan Jack Miller.

Namun berkat kecepatan balapannya yang luar biasa, dia berhasil membuat gap demi gap dan menemukan tempat yang cocok untuk berulang kali menyalip, di trek sulit menanjak dan menurun di Autodromo International do Algarve sepanjang 4,692 km (9 tikungan kanan, 6 tikungan kiri). Pada lap ke-5 Fabio sudah berada di posisi kedua di belakang Rins. Dan pada lap ke-9, dia berhasil menyingkirkan lawannya yang menunggangi Suzuki GSX-RR itu dari posisi pertama.

Menanggapi jalannya balapan yang sengit, pembalap yang kemarin mencapai 11 kali pole position dan 5 kali merayakan kemenangan di Kejuaraan Dunia MotoGP itu menjelaskan, “Start saya bagus. Tapi sayang, lawan saya balapan lebih baik. Saya sangat senang karena saya tidak yakin apakah kecepatan saya cukup. Saya pikir saya harus melakukan lebih banyak 1:39 lap daripada 1:40.”

“Faktanya, kecepatan kami sangat kuat. Di tengah balapan, saya melihat kecepatan di depan masih sangat tinggi. Tapi saat pasokan bahan bakar menipis, saya merasa lebih baik. Alex Rins sangat cepat, dia melaju dengan waktu lap 1:40,2 menit. Lalu dia membuat kesalahan. Tapi langkah hari ini mengejutkanku. Bagaimanapun, rasanya luar biasa bisa menang di trek unik ini,” imbuh Quartararo.

Marc Marquez Benar-benar Sudah kembali

Saat berada di Qatar, baik Quartararo maupun Vinales mengatakan bahwa Portimao akan menjadi tolok ukur performa Yamaha M1. Fabio pun kembali menekankan, “Dibandingkan dengan tahun 2020, Yamaha telah membuat kemajuan besar. Selain itu, saya merasa lebih kuat secara mental. Tahun lalu, pada dasarnya saya kehilangan semua peluang untuk merebut gelar di tim satelit di Aragon. Jadi saya tidak bisa membahayakan Joan Mir lagi.”

“Pada saat itu, saya tidak frustrasi, tetapi saya menyesal tidak dapat bertarung hingga final. Saya sudah belajar banyak dari tahun lalu. Tetapi ketika motor tidak bekerja dengan baik, saya selalu berpikir negatif. Sekarang saya sudah berubah total. Jauh lebih masuk akal jika saya selalu berpikir positif. Ketika kita memiliki sedikit masalah, saya hanya memikirkan hal-hal yang bekerja dengan baik. Balapan hari ini tidak mudah.”

Apa pendapat Fabio tentang Marc Marquez yang mampu finis di tempat ke-7 dalam upaya comeback pertamanya ini? “Itu kira-kira seperti yang saya perkirakan. Dia kalah 13 detik. Tetapi saya harus mencatat, bahwa dia sudah lama tidak membalap 25 lap berturut-turut. Selain itu, Portimao adalah sirkuit yang paling menuntut secara fisik. Kini Marc lebih siap jika harus melibas trek yang sulit lagi. Di Jerez dia akan menemukan lintasan yang sangat dikenalnya. Marc tampil impresif di kualifikasi kemarin. Dia benar-benar sudah kembali!”

Leave a Reply