Jika Marc Mendadak Comeback di Qatar, Stefan Bradl akan Menjadi Reporter TV Sport

0

RiderTua.com – Stefan Bradl mengatakan dia ingin membalap setidaknya satu dari dua balapan di Qatar… Apakah ini indikasi Marquez akan turun di Qatar kedua?… Sebagai pembalap pengganti, Stefan Bradl tidak khawatir tentang kemungkinan Marc Marquez kembali lebih awal. “Saya pasti akan berada di Qatar. Saat saya tidak sedang membalap, saya bekerja sebagai narasumber untuk ServusTV,” kata pembalap asal Jerman itu sambil tersenyum. Jika Marc comeback maka Bardl akan alih tugas sebagai narasumber siaran TV di Qatar.. Wah bayaran Bradl dobel dong: sebagai tes rider, pembalap pengganti dan reporter ServusTV..

Jika Marc Mendadak Comeback di Qatar…

Pada tes hari Rabu di Sirkuit Internasional Losail sepanjang 5,380 km, Stefan Bradl sempat terjatuh dengan kecepatan tinggi di tikungan 2. Tikungan horor ini dianggap sebagai titik yang bikin nyeri otot karena didahului oleh lima belokan kanan dan hanya satu tikungan kanan sedikit. Sehingga ban yang ada di sisi kiri tidak berada pada suhu pengoperasian yang tepat. Trek lurus sepanjang 1068 meter ini digunakan untuk mendinginkan ban, terutama saat senja dan saat suhu turun.

Kepala tes rider Honda itu terbentur ringan, tetapi dua jam setelah crash itu, dia merasa baik-baik saja meski dia terpaksa haru berhenti sebelum waktunya.

Sejauh ini, Stefan Bradl belum tahu apakah dia akan duduk di motor Honda saat GP Qatar pada 28 Maret? Karena Marc Marquez masih belum terkonfirmasi kapan akan kembali. Tapi dia berharap ikut berkompetisi, setidaknya satu dari dua balapan di padang pasir itu. Itu sebabnya tim merencanakan jangka panjang untuk sisa tes dua hari.

“Saya berasumsi bahwa kami akan melakukan simulasi balap (long run) pada hari Jumat. Tapi rencana seperti itu tidak dapat dengan mudah diakomodasi dalam program,” kata pembalap berusia 31 tahun itu, yang telah mencapai 51 kali masuk sepuluh besar di Kejuaraan Dunia MotoGP.

“Masih harus dilihat apakah kami akan melakukan 15 atau 18 lap atau seluruh lap balapan. Rencana simulasi balap seperti itu hanya masuk akal pada saat kompetisi akan berlangsung. Jadi pada jam 8 malam. Jika saya telah menyelesaikan 50 lap sebelumnya, biasanya saya tidak perlu lagi mengendarai seluruh jarak balapan/race distance sebanyak 22 lap. Kurang dari tiga atau empat lap,” imbuhnya.

Stefan Bradl akan Menjadi Reporter TV Sport

Ketika Bradl ditanya, apakah rencana comebacknya Marc Marquez bikin dia khawatir? Dengan tegas dia menjawab, “Saya tidak bisa mempengaruhi kapan Marc akan kembali. Saya seorang tes rider, jadi sekarang harus menunggu dan melihat. Saya melakukan tugas saya sebagai tes rider dengan sebaik mungkin, sisanya di luar kendali saya. Tentu saja, saya sendiri berharap Marc akan kembali suatu saat nanti. Itu jelas bagi kita semua. Apakah itu akan berlangsung di Qatar-1, Qatar-2, lalu pada tanggal 18 April di Portimao atau dua minggu kemudian di Jerez. Saya tidak akan menyia-nyiakan pikiran, karena saya tidak dapat mengubahnya.”

“Tentu saja, saya ingin mengendarai setidaknya satu dari dua balapan di Qatar, karena saya yakin kecepatan saya bagus dan saya akan menyelesaikan enam hari tes di sini pada sesi latihan GP resmi yang pertama. Tapi begitulah adanya,” kata Stefan menambahkana.

Tes rider Honda itu berharap bisa kembali ke Timur Tengah untuk dua event balapan di Doha. Tentu sebagai reporter ServusTV jika dia gagal tidak ikut balapan. “Saya pikir, saya akan berada di sana sebagai narasumber dari ServusTV. Mereka menunggu saya untuk memperkuat tim siaran lagi. Jika saya tidak sedang membalap, saya ingin melakukannya. Itu pekerjaan yang saya nikmati. Namun tentunya tidak ada bandingannya dengan berpartisipasi di MotoGP sebagai pembalap aktif,” pungkas pembalap berusia 31 tahun itu.

Leave a Reply