Tes Qatar: Kenapa Aprilia Cepat? Bukan Suatu Kebetulan!

1

RiderTua.com – Meskipun Aleix Espargaro berujar dia tak ingin bergembira sebelum waktunya… Pada tes MotoGP hari kedua di Qatar, pembalap Aprilia Aleix Espargaro mampu menunjukkan bahwa catatan waktu yang ditorehkannya bukanlah hal yang kebetulan. Tapi dia memperingatkan dirinya terhadap ekspektasi yang berlebihan. Pabrikan asal Noale itu tampaknya benar-benar telah membuat langkah maju lagi dengan mesin MotoGP Aprilia RS-GP 21. Motor lebih stabil, banyak downforce dan bisa keluar dari tikungan lebih cepat.. Dan karena memiliki konsesi berarti mereka juga dapat melakukan lebih banyak pekerjaan pengujian. Apa saja yang akan diperbaiki tahun ini?

Tes Qatar: Aprilia Cepat Bukan Suatu Kebetulan

Setelah membukukan waktu tercepat pada tes hari Sabtu, Aleix Espargaro juga mampu membuat penggemar MotoGP duduk dan memperhatikan tes IRTA pada hari kedua masih di Sirkuit Losail di Doha-Qatar dengan performa yang mengejutkan. Pembalap berusia 31 tahun itu membawa Aprilia RS-GP21 terbaru ke posisi ketiga. Namun dia kalah sekitar 10 km/jam dari motor Ducati tercepat dengan kecepatan tertinggi pada hari Minggu.

Tahun ini, Aleix Espargaro memasuki musim kelimanya bersama Aprilia. Sejauh ini dia jarang mampu memenuhi ekspektasi. Tapi motor Aprilia terbaru nampaknya jauh lebih bertenaga, lagipula pembalap asal Italia itu memasuki musim ke-7 di kelas premier dengan mesin 1000cc V4.

Aleix mengatakan, “Setiap tahun, saya mengharapkan sebuah terobosan baru. Tapi sekarang saya benar-benar pantas untuk menempuh perjalanan panjang. Dari lubuk hati saya, saya percaya bahwa kami pantas mendapatkan musim yang baik. Kami pantas untuk bisa bertarung melawan motor dan pembalap terbaik. Kita mungkin belum mengambil langkah terakhir, tetapi sekarang kita harus bisa maju ke depan.”

“Tentu, ini tes besar pertama bagi motor baru kami. Tapi sejujurnya, level di MotoGP masih sangat tinggi. Dan kami tidak lagi memiliki ban Michelin soft, seperti yang kami miliki tahun lalu. Opsi yang paling memungkinkan adalah ban medium dari tahun lalu. Dan hanya dalam 2 hari kami mencapai waktu di bawah 1:54 menit, dan banyak pembalap dalam kisaran 1:54 menit. Ini adalah waktu putaran yang sangat cepat. Tetapi catatan waktu kami, membuktikan bahwa kami dapat mengimbangi yang terbaik.”

“Sejauh menyangkut kecepatan balapan (race pace), saya hampir yang tercepat. Sepertinya kami membuat kemajuan yang bagus. Saya pikir kami akan bersenang-senang tahun ini, karena kami sangat kompetitif dalam tes Jerez. Tapi saya tidak ingin bergembira sebelum waktunya. Karena kami juga yakin untuk GP Jerez di tahun 2020. Tapi kemudian saya mendapat kejutan sebuah kenyataan, ketika kami sampai di sana untuk balapan. Kami semua sangat termotivasi. Saya tegaskan, kita semua di Aprilia pantas mendapatkan hasil terbaik,” pungkasnya.

Langkah Maju

“Motor ini memang tidak terlihat seperti revolusi, tapi saat mengendarainya sangat berbeda. Terutama mengenai stabilitas, kami membuat langkah besar ke depan,” kata Aleix Espargaro. “Sekarang lebih stabil, juga di sisi aerodinamis mereka melakukan pekerjaan besar dan sangat berbeda dalam akselerasi. Saya merasa kami melakukan satu peningkatan dan motor memiliki lebih banyak downforce jadi saya merasakannya lebih secara fisik daripada motor musim lalu.”

Stabilitas berarti dia bisa keluar dari tikungan lebih cepat, kata Espargaro. “Motornya lebih stabil sehingga memungkinkan saya untuk berakselerasi jauh lebih baik. Kami masih harus memahami motornya dan melihat titik kuat dan titik lemahnya.”

Kompromi antara Aerodinamika dan Top Speed..

Meski akselerasinya ditingkatkan, Aprilia masih tertinggal jauh dari Ducati dalam hal top speed. Itu bukanlah alasan untuk panik, menurut Espargaro. “Terkadang bukan hanya mesinnya, ini sedikit lebih rumit dari itu.. Dengan era MotoGP baru dari empat atau lima tahun lalu dan dengan semua aerodinamika itu lebih sulit,” kata pembalap Spanyol itu.

“Saya harus mengatakan bahwa saya berakselerasi lebih baik dari sebelumnya, tetapi jelas top speed kami harus meningkat,” lanjut Espargaro. “Kecepatan tertinggi kami lebih rendah dari tahun lalu dan kami kehilangan 15 km / jam dibandingkan dengan Ducati. Jadi ada ruang untuk meningkatkan di sana. Tapi seperti yang saya sebutkan, aerodinamika memungkinkan menikung lebih baik atau tidak, untuk berakselerasi lebih atau kurang dan untuk membuat top speed lebih. Sekarang kita harus menemukan keseimbangan dan hari ini saya mencoba dua paket aerodinamis berbeda yang masih perlu kita pahami. “

1 COMMENT

Leave a Reply