Penjelasan, Kenapa Ketika Yamaha Berada di Belakang Motor Lain Keunggulannya Hilang

0
Penjelasan, Kenapa Ketika Yamaha Berada di Belakang Motor Lain Keunggulannya Hilang

RiderTua.com – Inilah penjelasan Wilco Zeelenberg, kenapa ketika Yamaha berada di belakang motor lain keunggulannya hilang?… Kekuatan Yamaha adalah mengerem dengan keras (hard braking), berhenti dalam waktu singkat, melepaskan rem dan melewati tikungan dengan sangat cepat. Jika tekanan pada ban depan meningkat, Yamaha M1 akan kehilangan tenaga di area ini. Ini berarti M1 tidak dapat menggunakan titik kuat mereka untuk menikung dengan mulus dan secepat kilat (cornering speed). Itulah sebabnya, para pembalap Yamaha di barisan depan harus lolos setelah start, agar punya udara segar di depannya agar ban depan tetap sejuk. Bukan kebetulan jika ke-7 kemenangan Yamaha di musim 2020, datang dari barisan depan. Jika berada di belakang motor lawan dan tidak mampu menyalip.. Alih-alih semakin di depan, kemudian mereka semakin ke belakang..

Kenapa Ketika Yamaha Berada di Belakang Motor Lain Keunggulan Hilang?

Hal ini tentu mengingatkan kita pada tahun 2012, ketika Bridgestone mengganti ban depan di pertengahan musim. Yang menyebabkan masalah pada Honda RC213V. Motor berderak lebih parah di tikungan kanan daripada di kiri, karena massa yang berbeda beberapa gram di setiap sisi motor dari sebelumnya.

Kedua motor itu mengandalkan ban depan untuk masuk ke tikungan dengan cepat. Yang memungkinkan mereka mengambil banyak kecepatan saat menikung, sehingga membuat mereka cepat keluar dari tikungan. Tapi Yamaha harus menghasilkan suhu yang tepat di ban depan, jika tidak maka mereka tidak akan cukup cepat.

“Bannya sama untuk semua pembalap, tapi dengan Yamaha kita sangat membutuhkan ban depan dengan tekanan yang tepat,” kata bos tim Petronas Yamaha Wilco Zeelenberg.

“Kekuatan Yamaha adalah mengerem dengan keras, berhenti dalam waktu singkat, melepaskan rem dan melewati tikungan dengan sangat cepat. Jika tekanan pada ban depan meningkat, kita akan kehilangan tenaga di area ini. Ini berarti kita tidak dapat menggunakan titik kuat kami untuk menikung dengan mulus. Dan kemudian kita tertinggal.”

Yamaha Harus Berada di Barisan Depan Jika Ingin Podium

Itulah sebabnya, para pembalap Yamaha di barisan depan harus lolos setelah start, agar punya udara segar di depannya agar ban depan tetap sejuk. Bukan kebetulan jika ke-7 kemenangan Yamaha di musim 2020, datang dari barisan depan.

“Jika anak-anak kami lolos dengan baik, mereka bisa memulai dengan baik dan memenangkan perlombaan. Tapi ketika mereka berada di urutan ke-8 atau ke-9 di lintasan, tidak mungkin mencapai hasil apa pun. Karena tekanan pada ban depan meningkat dan mereka kehilangan keunggulan Yamaha. Hanya ada satu cara bagi Yamaha, harus berdiri di barisan depan, berakselerasi, dan terus memacu,” kata Wilco Zeelenberg.

Wilco Zeelenberg
Wilco Zeelenberg

Tentu saja, terlepas dari semua pembicaraan tentang perbedaan kecil, tapi sangat krusial antara motor M1 2019 dan 2020. Sangat mungkin bahwa tidak ada perbedaan cara bekerja di arena balap.

Misalnya, Morbidelli mengalami masalah tekanan ban sama seperti pembalap Yamaha lainnya. Pada balapan pertama di Valencia dia lolos ke posisi ke-8, yang mengakibatkan dia terjebak di laintasan. Dan menyebabkan tekanan bannya meningkat, dan kesulitan untuk finis di urutan ke-11. Akhir pekan berikutnya dia lolos menjadi pole sitter dan memimpin dari awal hingga akhir balapan.

Jadi apa perbedaan antara Morbidelli dengan M1 2019 dan Quartararo, Vinales dan Rossi dengan M1 2020? Mungkin perbedaan terbesar adalah pembalap dan kepala krunya. (to be continued)

 

Leave a Reply