Miller dan Bagnaia Bisa Jadi Kartu Truf Tim Merah

0
Pembalap MotoGP Ducati Latihan di Jerez pada Februari
Pembalap MotoGP Ducati Latihan di Jerez pada Februari

RiderTua.com – Jack Miller dan Pecco Bagnaia bisa jadi kartu truf tim merah Ducati.. Sementara 50% pembalap Ducati adalah rookie..! Paolo Ciabatti berujar bahwa Jack dan Pecco adalah duo pembalap yang hebat… Secara signifikan Ducati telah meremajakan line-up pembalapnya untuk MotoGP 2021. Ada 3 pendatang baru di line-up. Direktur olahraga Paolo Ciabatti sangat percaya pada Jack Miller dan Pecco Bagnaia sebagai gacoan baru di tim pabrikan.

Miller dan Bagnaia Bisa Jadi Kartu Truf Tim Merah

Ducati Corse memutuskan untuk meremajakan line-up pembalap MotoGP secara drastis. Di tim pabrikan, Jack Miller (25 tahun) dan Pecco Bagnaia (23 tahun) akan menggantikan pembalap senior Andrea Dovizioso (35 tahun) dan Danilo Petrucci (30 tahun) pada 2021.

Sementara kursi yang ditinggalkan Miller dan Bagnaia di Pramac-Ducati, ditempati oleh Johann Zarco (30 tahun) dan ‘rookie’ Jorge Martin (22 tahun). Tim Esponsorama Ducati Raul Romero akan bersaing dengan pendatang baru Enea Bastianini (22 tahun) dan Luca Marini (23 tahun). Yup, bukan Johann Zarco (30 tahun) dan Tito Rabat (31 tahun). Usia rata-rata 6 pembalap tersebut turun, dari 29 menjadi 24,1 tahun.

Dengan ini Ducati mengikuti tren merekrut pembalap Moto2 muda, yang dimulai oleh Honda pada tahun 2013 dengan Marc Marquez. Sementara Suzuki diperkuat oleh Alex Rins dan Joan Mir, sedangkan Yamaha dengan Maverick Vinales, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. KTM dengan pembalap Moto2 dari “kandang” sendiri seperti Miguel Oliveira, Brad Binder dan Iker Lecuona.

Paolo Ciabatti
Paolo Ciabatti

Tapi Ducati tidak lagi memiliki pembalap di bawah kontrak, yang telah memenangkan balapan MotoGP. Hanya Jack Miller yang telah memenangkan kelas MotoGP pada tahun 2016, di tengah guyuran hujan di GP Assen dengan Marc VDS-Honda.

Jika mengambil dasar dari balapan terakhir tahun 2020, Jack Miller akan menjadi pembalap Ducati yang paling menjanjikan di tahun 2021. Di mana Marini dan Bastianini akan mengendarai motor GP19. Kuartet lainnya menggunakan Ducati GP20, yang juga akan dihomologasi untuk musim mendatang.

Direktur olahraga Ducati, Paolo Ciabatti menaruh kepercayaan besar pada Pecco Bagnaia (juara dunia Moto2 2018). “Di Pramac, dia mengalami musim yang sangat sulit sebagai ‘rookie’ di Ducati pada 2019. Jika kita membandingkan kinerjanya saat itu dengan Quartararo di Yamaha, maka kita harus mengatakan bahwa, Pecco pasti menang lebih dari Fabio di Moto2. Tapi rookie di Ducati lebih sulit ketimbang rookie di Honda. Itu pasti tugas yang sulit,” kata Ciabatti.

Francesco Bagnaia- Jack Miller

Kartu Truf Ducati

Manajer Ducati itu melihat hasil positif dari penampilan Bagnaia musim 2020, meskipun pembalap asal Italia itu hanya finis ke-16 di Kejuaraan Dunia (47 poin). Sementara rekan setimnya Miller, masih bisa finis di urutan ke-7 dengan 132 poin.

“Pecco finis di urutan ke-7 dalam balapan pertama di GP Jerez. Di Jerez-2, dia sebenarnya hampir finis kedua jika dia tidak mengalami kerusakan mesin. Kemudian dia mengalami kecelakaan di Brno dan cedera, absen selama 3 balapan. 5 minggu setelah operasi kaki bagian bawah, dia kembali ke Misano dan finis kedua di putaran pertama Kejuaraan Dunia.”

“Seminggu kemudian dia jatuh di sana saat sudah memimpin balapan. Vinales tidak akan pernah bisa menyusulnya lagi. Tapi tentu saja, dia harus menyelesaikan balapan. Namun, kita dapat mengatakan bahwa awal musim Pecco sangat fantastis.”

“Dia mengendarai Ducati dengan sangat baik. Setelah GP Misano, Pecco malah sering jatuh. Dia kehilangan kepercayaan diri dan tidak pernah merasakan perasaan 100 persen dengan motornya lagi. Tapi kami yakin dia punya banyak bakat. Kami percaya dia bisa naik podium dan bahkan memenangkan balapan.”

Tetapi tak dapat diragukan lagi, bahwa pembalap Australia berusia 25 tahun Jack Miller, adalah kartu truf terbesar Ducati untuk tahun mendatang. Dia telah berjuang 2 kali finis di tempat ke-2 dalam 2 balapan terakhir.

“Jack mengakhiri musim dengan mengesankan. Sayangnya, dia masih kehilangan kemenangan pertamanya di Ducati setelah 3 tahun. Tapi dengan dia dan Pecco kami memiliki pembalap muda, yang sangat termotivasi dan seimbang untuk tim pabrikan,” pungkas Ciabatti.

Leave a Reply