Marquez: Bukan Motor yang Nurut Pembalap!

Jika Plat Bisa Patah, Puig Tak Ijinkan Marc Balapan
Jika Plat Bisa Patah, Puig Tak Ijinkan Marc Balapan

RiderTua.com – Marquez: bukan motor yang nurut pembalap.. Filosofi ini yang bikin Honda sukses di MotoGP… Hal ini diungkapkan oleh pembalap MotoGP Tim Repsol Honda, Marc Marquez. Menurutnya, HRC (Honda Racing Corporation) mempunyai satu filosofi yang telah dipegang sejak lama. Filosofi itu adalah jika seorang pembalap harus menyesuaikan diri dengan motor, bukan sebaliknya motor yang menyesuaikan dengan sang pembalap.

Marquez: Bukan Motor yang Nurut Pembalap

Pernyataan ini seakan ingin menjawab pertanyaan, kenapa Honda ‘melempem’ di musim 2020 ini? Bagaimana tidak, lha wong 4 pembalap HCR semuanya belum menunjukkan penampilan yang ok musim ini.

Honda tertinggal di klasemen tim dan juga konstruktor Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Mereka bahkan berada di peringkat lima dari enam konstruktor, hanya unggul dari Aprilia.

Kondisi ini disinyalir merupakan buntut dari absennya Marc Marquez yang cukup lama. Karena hanya Marc sajalah, pembalap Honda yang mampu menjinakkan motor mereka. Tanpa pembalap 27 tahun itu, Honda benar-benar tak bisa berkutik.

Menurut Marc, sejak dulu Honda telah memegang teguh satu filosofi yang kuat. Adalah tugas seorang pembalap untuk bisa menyesuaikan diri dengan motor, bukan sebaliknya. Dan filosofi ini terbukti manjur bikin Honda mendominasi balap selama bertahun-tahun.

Selasa (6/10/20) kepada Motorsport Total, Marc mengatakan “Setiap motor di MotoGP punya karakter berbeda. Pembalap harus bisa beradaptasi dengan motor. Honda sudah memegang filosofi ini sejak masih di kelas 500cc dan juga MotoGP.”

“Ketika saya berbicara dengan (Mick) Doohan dan (Alex) Criville, mereka juga punya filosofi yang sama. Honda telah membangun motor yang bagus, tetapi Anda harus fit 100 persen. Anda harus mendorong laju motor semaksimal mungkin.”

Menolak insyaf, Marquez akan tetap agresif

Pembalap Harus Jatuh Bangun

Lebih lanjut pembalap asal Spanyol itu mengungkapkan, untuk bisa mengenali motor dengan lebih baik, tak jarang sang pembalap harus jatuh bangun karenanya. Karena dengan cara itulah pembalap bisa mengetahui bagaimana mengendalikan motor RC123V ini.

Marc menambahkan, “RC213V adalah motor yang bagus dan memiliki potensi. Namun, untuk memahaminya, Anda harus sering terjatuh. Dengan cara itu, seorang pembalap bisa mencari tahu batasan sebenarnya dari motor.”

Jatuh bangun dalam membangun ‘chemistry’ dengan motor juga dialami Marc Marquez. Berapa kali Marquez harus terjatuh di sesi latihan bebas, hanya untuk mengetahui batasan yang dimiliki motor. Bukan tanpa resiko, taktik Marquez ini berpotensi menyebabkan cedera.

Namun bagi Marc Marquez, cara itu berhasil membawanya meraih gelar juara dunia MotoGP 6 kali, sejak 2013 hingga 2020. Tentu saja taktik itu belum tentu cocok jika diterapkan oleh pembalap lain, termasuk sang adik, Alex Marquez.

Be the first to comment

Leave a Reply