Euro 4 di Indonesia Diundur, Toyota Sudah Siap Sejak Awal

RiderTua.com – Pemerintah Indonesia sudah bersiap untuk menetapkan standar emisi terbaru, yaitu Euro 4. Namun kini kabarnya penerapan tersebut diundur karena keadaan yang belum mendukung. Toyota Astra Motor (TAM) sudah mengetahuinya dan tak terlalu mempermasalahkan pengunduran Euro 4 tersebut. Sebab mereka sudah jauh hari mempersiapkannya dengan mesin yang sudah berstandar.

Baca juga: Ada Toyota Fortuner Anyar di Vietnam, Tapi…

Toyota Tak Mempermasalahkan Pengunduran Euro 4

Penerapan Euro 4 mungkin menjadi kabar baik atau buruk bagi produsen otomotif di Indonesia. Sisi baiknya, mereka bisa meningkatkan kualitas emisi kendaraannya dengan standar emisi baru tersebut. Dan sisi buruknya, akan ada banyak kendaraan yang tak diproduksi lagi karena beberapa alasan seperti tak bisa membuat mesin berstandar baru.

TAM sudah merasa terlatih dengan standar emisi Euro 4, karena Innova, Hilux, dan Fortuner sejauh ini yang menggunakan mesin berstandar tersebut. Walau baru tiga produk yang ber-Euro 4 dan menggunakan diesel, tapi setidaknya TAM sudah siap dengan penerapan standar baru. Bisa saja mereka akan menerapkan hal yang sama pada produk lainnya suatu saat nanti.

toyota fortuner
toyota fortuner

Sesuai Anjuran Pabrik

Walau berstandar Euro 4, ketiga mobil tersebut masih harus menggunakan bensin yang disesuaikan anjuran pabrik. TAM menjelaskan kalau ini dilakukan demi menjaga kualitas emisi yang dihasilkan mesin, termasuk performanya. Artinya semakin baik kualitas bensinnya, maka kinerja mesin menjadi lebih baik lagi.

Mungkin agak sulit untuk melakukannya, mengingat semua mesin Euro 4 milik Toyota adalah jenis diesel. Di Indonesia, masih banyak solar yang mungkin tak sesuai dengan standar baru, dan kebanyakan berada dibawah standar. Tapi dengan penanganan yang tepat, masalah ini bisa ditangani.

Sepertinya TAM tak terlalu mengkhawatirkan pengunduran Euro 4 di Indonesia, dan mungkin juga bagi produsen lainnya. Memang dengan kondisi pasar otomotif yang sekarang ini, mau bagaimana lagi?

Be the first to comment

Leave a Reply