Michael van der Mark Penerus Jurgen van den Goorbergh di MotoGP

Jangan pergi ke MotoGP jika Anda mendapat sepeda motor yang tidak kompetitif, itu akan mengakhiri karir Anda

Michael van der Mark - Jurgen van den Goorbergh

RiderTua.com – Michael van der Mark saat ini adalah satu-satunya pembalap asal Belanda yang menapaki jejak Jurgen van den Goorbergh di kejuaraan dunia. Bintang superbike yang lahir di kota yang terkenal di dunia karena keju-nya yaitu kota Gouda. Akan menarik jika ada tawaran mengendarai motor prototipe.. Pada tahun 2017 Michael van der Mark sudah mendapatkan pengalaman pertamanya balapan di MotoGP di Tech3 Yamaha. Di GP Malaysia dan Valencia sebagai pengganti Jonas Folger. Bisa dikatakan kini Michael van der Mark penerus Jurgen van den Goorbergh di MotoGP

Michael van der Mark Penerus Jurgen van den Goorbergh di MotoGP

Michael van Der Mark foto motogp-teamtech3-fr
Michael van Der Mark foto motogp-teamtech3-fr

Dengan 29 podium dan 3 kali menang di Kejuaraan Dunia Superbike, Michael van der Mark telah menjadi publik figur di Belanda dalam dunia balap internasional selama bertahun-tahun. Dia menjadi Juara Dunia Supersport pada tahun 2014 dan kemudian beralih ke Kejuaraan Dunia Superbike. Membela tim Honda selama dua tahun pertama dan kemudian hingga kini menjadi bagian dari tim pabrikan Yamaha mulai 2017.

Sejak Jurgen van den Goorbergh, Belanda tidak memiliki pembalap MotoGP. Goorbergh yang kini berusia 50 tahun membalap di kelas Utama dari tahun 1997 hingga 2005 terakhir dengan tim Konica Minolta Honda. Hasil terbaiknya dua kali finis di posisi kelima.

Michael van der Mark

Van der Mark saat ini adalah satu-satunya orang Belanda yang dianggap sebagai penerusnya. “Jika saya mendapat kesempatan seperti saat itu dengan Tech3, atau dengan tim lain seperti itu, dengan sepeda motor yang bagus, saya akan dengan senang hati ke MotoGP,” kata nya.

Motor yang Kompetitif

Menurutnya setiap tim dan motor di MotoGP memiliki mesin-mesin yang luar biasa. Dia tidak ingin ke MotoGP dengan hanya di barisan belakang.. “Saya ingin pergi ke sana dengan kesempatan yang tepat, tetapi saya juga senang menang. Di Kejuaraan Dunia Superbike saya pasti lebih dekat ke tujuan ini (bertarung dibarisan depan) daripada saya di Kejuaraan Dunia MotoGP”.

Juara dunia Superbike Jonathan Rea dari Kawasaki pernah mengatakan: “Anda harus memastikan bahwa Anda berada di sepeda motor yang tepat pada waktu yang tepat. Jangan pergi ke MotoGP jika Anda mendapat sepeda motor yang tidak kompetitif, itu akan mengakhiri karir Anda”.

Hal ini yang dialami oleh Eugene Laverty atau Loris Baz dimana mereka memakai motor dengan spek yang lebih rendah di Kejuaraan Dunia MotoGP. Dan menurut van der Mark dia ingin memenangkan perlombaan. Itu sebabnya dia lebih memilih tinggal di Kejuaraan Dunia Superbike. Karena jika di MotoGP mendapat motor yang spek-nya kurang bagus susah untuk mendekati podium.

Van der Mark dua kali pernah merasakan motor MotoGP : pada tahun 2017 dia mengendarai M1 di GP Malaysia dan Valencia tim satelit Yamaha Tech3 sebagai pengganti Jonas Folger. Namun akibat persiapan yang sangat sedikit finis di posisi ke-16 dan ke-17, dia gagal mendapatkan poin.

Be the first to comment

Leave a Reply