RiderTua.com – Nadia Padovani, pemilik tim Gresini Racing sekaligus istri mendiang Fausto Gresini (pendiri tim) mengungkapkan kegalauannya saat menerima Marc Marquez untuk bergabung ke dalam timnya. Ada banyak kekhawatiran yang menggelayuti pikirannya, maklum saja Marquez bukan pembalap ecek-ecek. Nama besarnya sangat layak disandingkan dengan beberapa legenda MotoGP sekelas Valentino Rossi, Giacomo Agostini, atau yang lainnya. Rider berjuluk Baby Alien itu sukses menjadi juara dunia 8 kali di semua kelas balap atau juara dunia MotoGP 6 kali (saat itu).
Langkah berani Marc untuk meninggalkan zona nyamannya di tim pabrikan Honda dan bergabung di tim satelit Gresini mengguncang jagad MotoGP pada 2023. Kabarnya, rider Spanyol itu rela tidak digaji di tim Gresini asalkan dia bisa kembali memenangkan balapan dengan motor paling kompetitif di grid Ducati Desmosedici.
Nadia Padovani: Kami Sempat Khawatir Bisakah Mengelola Pembalap Sekaliber Marc Marquez, Kami Takut Gagal

Masih ingat GP Jerman 2023 dimana Marquez jatuh bangun berkali-kali? Saking frustrasinya dia sampai memukul motornya (Honda RC213V) dan bahkan mengacungkan jari tengahnya. Usai crash horor di tikungan 7 sirkuit Sachsenring, Marquez sempat terdiam yang menggambarkan betapa remuk fisik dan mentalnya saat itu. Sangat terlihat jelas bahwa dia tak lagi bahagia bersama Honda.
Dan sejak saat itu tampaknya Marquez sudah bulat memutuskan akan meninggalkan Honda yang sudah dia bela hingga 10 dekade lamanya. Namun saat itu tidak banyak opsi yang bisa dipertimbangkan karena kursi-kursi yang paling menguntungkan sudah full terisi. Satu-satunya peluang yang realistis adalah tim Gresini Ducati, tempat adiknya Alex Marquez bernaung. Masalahnya, kontrak Marquez dengan HRC berlaku hingga akhir musim 2024.

Hingga Oktober 2023 Nadia menunggu kepastian, apakah Marc bisa melepaskan diri dari kontraknya dengan Honda. Itu adalah masa-masa yang menegangkan bagi tim. “Pada bulan Oktober, hampir tidak ada pembalap yang tersisa di pasar transfer. Kami berisiko tidak mendapat pembalap sama sekali. Staf saya terus bertanya, jika kesepakatan gagal apakah ada plan B? Jawaban saya selalu sama, ‘Tidak ada. Tidak ada plan B. Kesepakatan ini harus terjadi’. Saya percaya itu akan berhasil, dan akhirnya memang berhasil,” ungkap mantan perawat itu sambil tersenyum.
Menariknya, setelah kontrak resmi ditandatangani Nadia justru dihinggapi keraguan. Bahkan dia menemui koordinator tim Michele Masini. “Saya bertanya kepadanya, ‘apakah kita mampu mengelola pembalap sekaliber dia?’ Saya takut. Saya tidak ingin hidup dengan tuduhan bahwa kami gagal dan membuatnya pergi,” jelas Nadia.
Tapi keraguan Nadia terjawab, ketika Marquez merayakan 3 kemenangan Grand Prix dan menyelesaikan musim 2024 di peringkat 3 dalam klasemen.

BTW, ada satu syarat yang harus Marquez penuhi sebelum bergabung ke Gresini. Yakni, dia tidak boleh memboyong seluruh orang kepercayaannya yang berpotensi berubah strurtur tim yang sudah ada. “Kami mengatakan kepadanya, ‘ini tim kami, kami sudah terbiasa bekerja sama dan merasa nyaman dengan sistem yang sudah ada. Anda tidak bisa datang dan mengubah sistem’. Dan dia mau menerima syarat itu,” ungkap Nadia.
Momen paling emosional terjadi selama pemotretan di Faenza Italia pada Januari 2024. Setelah bertahun-tahun mengenakan wearpack Honda, Marquez mengenakan baju balap Gresini untuk pertama kalinya. Tim bahkan sempat mengerjainya. “Sebagai sambutan, tim menyelipkan laba-laba palsu ke salah satu kaki wearpacknya,” ujarnya sambil tertawa.
“Ketika dia mengenakan wearpack dengan logo Gresini Racing, dia menatapku dan berkata, ‘sekarang ini bukan Photoshop lagi. Sekarang kisah kita benar-benar dimulai’,” pungkas Nadia. Bagi Nadia itu momen yang membuatnya merinding apalagi saat itu dia belum 3 tahun kehilangan suaminya, Fausto Gresini.

Kesempatan bekerja dengan Marquez adalah sebuah previlige bagi Nadia. “Itu seperti kelas master bagi kami. Dia memberikan begitu banyak data, sehingga saya dengan senang hati akan meneruskan data dan informasi ini kepada semua pembalap yang akan bergabung dengan kami,” jelasnya.
Apa yang membedakan Marc dengan pembalap yang lain? “Dia membalap melampaui batas kemampuan manusia. Hanya ada segelintir pembalap seperti dia. Bahkan jika motornya tidak disetel dengan sempurna, dia tetap bisa mencatatkan waktu yang cepat. Itulah kemampuan yang paling sulit dalam olahraga kami dan sekaligus kekuatan terbesarnya,” pungkas Nadia.
Dari pernyataan Nadia tergambar jelas betapa besar pengaruh Marquez selama membalap untuk tim Gresini meski hanya 1 musim saja. Bukan hanya dilihat dari sisi hasilnya saja, tapi juga dalam pengembangan motor, analisis data, dan peningkatan standar kerja tim.







