Domenicali Sindir Honda: Hanya Marc Marquez yang Menang dengan Honda

Visi bos Ducati sangat jelas: Hanya Marc Marquez yang berhasil menang dengan Honda jika dibandingkan dengan Ducati yang bisa menang dengan semua pembalapnya..

RiderTua.com – Persaingan di MotoGP tidak hanya dilintasan semata. Namun antar petinggi balap-pun terjadi saling serang dan perang kata. Alberto Puig pernah mengatakan bahwa: Motor paling mudah untuk dikendarai di MotoGP adalah Honda.. Baru-baru ini Domenicali menembakkan panah ke arah Honda, membalas. Dia tidak bisa menahan diri dan mengatakan Honda sukses hanya dengan bakat Marc Marquez. Domenicali sindir Honda bahwa hanya Marc Marquez yang menang dengan Honda..

Domenicali Sindir Honda: Hanya Marc Marquez yang Menang dengan Honda

Puig: Honda Paling Mudah Dikendarai

Puig pernah mengatakan: “Saya pikir faktanya adalah bahwa dalam 18 tahun terakhir, Honda telah memenangkan gelar 10 kali dengan empat atau lima pembalap. Yamaha dengan dua pembalap dan Ducati dengan satu pembalap.. Jadi dari fakta itu kita dapat mengatakan bahwa motor paling mudah untuk dikendarai adalah Honda. Karena Honda memenangkan kejuaraan dengan pembalap yang berbeda. Saya tidak tahu apa yang bisa dikatakan tim lain dan Anda bisa bertanya kepada mereka”..

Balasan Claudio Domenicali

Claudio Domenicali mengatakan saat peluncuran tim 2020: “Ducati memiliki anggaran yang sangat besar untuk balapan. Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melakukan investasi yang signifikan dengan pembalap. Tentu saja penting untuk menang, tetapi saya pikir bahwa pabrikan yang selalu menang dan hanya dengan satu pembalap yang sama tidak menikmati nilai sebanyak merek seperti Ducati”..

Teknologi yang Bisa dibeli Konsumen

Domenicali juga mengatakan pembalap kedua Honda (Lorenzo), dengan motor yang sama, berjuang untuk tetap di 10 besar. Semua penggemar sepeda motor dapat menilai bahwa Ducati secara teknis mampu menyediakan teknologi yang kemudian dapat dibeli. Bos Ducati itu menegaskan bahwa mereka adalah satu-satunya yang bisa menang pada 2019 dengan dua pembalap. Sementara pabrikan lain mengalami kesulitan, tidak hanya dengan tim resminya tetapi juga dengan motor tim satelit.

Ducati percaya para penggemar sepeda motor bisa memiliki keraguan tentang daya saing motor dibandingkan dengan pembalap. “Saya lebih suka finis kedua dengan menunjukkan bahwa semua pembalap di motor kami bisa menang, daripada menang berkali-kali dengan hanya satu pembalap, sementara yang lain bahkan tidak mampu mendekati”.

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. Kenapa Motor dengan Mesin V-4 Lebih Cepat daripada Inline-4 di MotoGP?
  2. Filosofi Nan Cerdik dari Ducati: Dari MotoGP ke WSBK dan Motor Produksinya
  3. Bagus Rem Nissin atau Brembo?
  4. Video Raungan Mesin Honda CBR1000RR-R SP, Pesaing Nyata Ducati Panigale V4-R
  5. Formasi Skuad Terkuat MotoGP 2020 adalah Yamaha?
  6. Merunut Jejak Evolusi Yamaha M1 2020 Valentino Rossi
  7. Evolusi Motor Ducati dari GP19 ke GP20: Untuk Jaga Rahasia,Versi Final Akan Terlihat di Qatar

Be the first to comment

Leave a Reply