Kenapa Motor dengan Mesin V-4 Lebih Cepat daripada Inline-4 di MotoGP?

Efek gyro crankshaft berlebih dari mesin inline-4 memang membuat motor stabil saat melibas tikungan, melesat cepat.. namun membuat ban lebih cepat panas.

RiderTua.com – Di MotoGP data menunjukkan dominasi mesin V-4 (Honda, Ducati, KTM, Aprilia) atas Inline-4 ( Yamaha dan Suzuki). Faktanya dalam 50 balapan terakhir: Mesin V4 menang 44 kali dari 50 balapan atau tingkat kemenangannya 88 %. Mesin V4 catatkan top speed terbaik sebanyak 47 kali dari 50 balapan, tingkat keberhasilannya 94 %. Kenapa motor dengan mesin V-4 lebih cepat daripada Inline-4 di MotoGP?

Kenapa Motor dengan Mesin V-4 Lebih Cepat daripada Inline-4 di MotoGP?

Mesin V4 Lebih Bertenaga

Mesin V4 menghasilkan power yang lebih besar, hal ini bisa dijelaskan akibat desain poros engkol (Crankshaft), untuk V4 porosnya lebih pendek daripada Inline-4, jadi lebih kaku dan kuat. Selain beberapa keunggulan lainnya adalah:

  • Model poros V4 menciptakan lebih sedikit gesekan karena bekerja pada tiga bantalan (bearing) utama. Sementara mesin inline-4 butuh setidaknya 5 bearing.
  • Dengan batang penghubung yang berdekatan membuat V4 lebih sedikit getaran. Apalagi dengan sudut 90 derajat memiliki keseimbangan yang sempurna.
  • Mesin V4 lebih sedikit kerugian daya saat memompa udara (elemen pembakaran selain api dan bahan bakar) dari intake ke knalpot..Artinya power yang terbuang lebih kecil.. Dimana lebih dari 300 liter udara per detik mengalir melalui mesin 1000cc pada putaran mesin 18.000 rpm..

Jadi kelebihan poros engkol V4 adalah: lebih kuat, minim getaran, keseimbangan yang lebih baik, minim gesekan, loss power minim saat proses pemompaan udara. Sehingga memungkinkan mesin lebih mampu berteriak lebih tinggi, lebih banyak power.. Tidak mustahil mesin ini dengan mudah menggapai kecepatan puncaknya ( top speed)..

Kerugian Mesin Inline-4

Sementara itu mesin inline-4 harus bergelut dengan masalah crankshaft flex (hasil dari tekanan silinder tinggi pada poros engkol), crankcase flex, lebih banyak gesekan, lebih banyak getaran, dan kerugian pemompaan yang lebih besar, yang membuat mesin kurang mampu menghasilkan lebih banyak power. Solusi Yamaha menghadapi masalah ini dengan membuat crankcases YZR-M1 dari billet (material yang panjang dan padat yang telah diekstrusi/ ditekan dalam cetakan) padat untuk mengurangi kelenturan.

Selain itu kelompok mesin V4 ( Ducati, Honda, KTM, Aprilia) menggunakan V4 90 derajat?.. Sudut ini memungkinkan untuk menggunakan berbagai variasi perintah urutan pengapian ( firing order) seperti big bang, long bang, dll. Dimana mampu menghasilkan variasi jenis power dan torsi yang lebih baik bagi pembalap.

Khusus untuk Ducati dia memiliki katup desmodromik, teknologi Formula-1. Katup Desmo ini memaksimalkan area waktu katup masuk dan buang, sehingga Ducati tidak terkendala dengan profil cam dan dapat membuka dan menutup katup lebih jauh dan lebih cepat untuk pernapasan mesin yang lebih baik dan karenanya tidak heran mesin Ducati adalah yang paling powerfull diantara mesin V4..

Kerugian Mesin V4

Desain mesin V yang panjang ( inline lebar) membuat pusing desainer sasis untuk membuat motor lincah dan mudah dikendarai. Kerugian mesin V lainnya adalah, karena posisi piston depan belakang maka silinder belakangnya membutuhkan banyak ruang dan lebih panas suhunya. Membuat pusing juga dalam desain sasis, airbox, knalpot, dan tangki bahan bakar.

Efek Gyroscopic dan Ban Michelin

Penjelasan tadi adalah keuntungan dasar dari desain mesin V4 sehubungan dengan poros engkol dan desain mesin. Namun dalam balapan semua faktor berperan penting dalam satu paket balap. Meliputi mesin, sasis, elektronik, ban dll, tidak ada yang sempurna. Bahkan infonya ban belakang Michelin 2020 terbaru dan lebih kuat akan membantu mesin inline-4.. Karena disinyalir crankshaft V4 yang lebih sempit mengurangi efek gyroscopic dari crank yang berputar cepat, membuat ban lebih awet saat fase menikung..

Setiap benda yang berputar atau spinning, mengalami fenomena yang disebut dengan efek giroskopik (gasing). Untuk lebih jelasnya lihat video berikut:

ScienceOnline

Efek gyro crankshaft berlebih dari mesin inline-4 memang membuat motor stabil saat melibas tikungan, melesat cepat.. namun membuat ban lebih cepat panas. Sementara mesin V4 yang ramping, lebih cepat berubah arah di tikungan, ban lebih awet. Dengan alasan yang sama akan menjawab pertanyaan, kenapa Ducati mulai memenangkan balapan ketika MotoGP mulai memakai ban Michelin pada 2016, setelah 5 musim tanpa kemenangan…. Dah gitu aja kebanyakan penjelasan bisa rontok rambut kita karena banyakan mikir teknis… hehe…

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. Valentino Rossi Pindah Tim Satelit Yamaha, Jadi Bahan Tertawaan atau Langkah Cerdik?
  2. Marquez: Hanya Balapan dan Tak Mampu Rebut Gelar Dunia Lebih Baik Dia Pensiun Saja, Sindir Rossi?
  3. Rossi Pindah ke Tim Satelit Petronas?
  4. Motor Balap Legendaris Honda NSR500: Pembalap MotoGP Ini Duduk di Atas Knalpot Motornya !
  5. Yamaha Akan Menerapkan Eksternal Flywheel Seperti Honda dan Ducati, Apa Kelebihannya?
  6. Kenapa Fans Valentino Rossi Tetap Setia Meskipun Dia Tidak Menang Lagi?
  7. Ketika Livery Suzuki Motocross Nempel di Suzuki GSX-RR MotoGP, Bagaimana Menurutmu?

Be the first to comment

Leave a Reply