Strategi Cerdik Marquez Sengaja Jatuh di FP2, Kok Bisa Ya? Ini Penjelasannya !

0
Marc Crash Aragon
Marc Crash Aragon pict: ESPN MotoGP @MotoGP_ESPN

RiderTua.com –  MotoGP Aragon, pemuncak klaseman sementara Kejuaraan Dunia MotoGP dan pembalap tercepat hari Jumat Marc Marquez mengakui dia mengambil risiko besar di sesi FP2 sore. Dia sudah tahu akan mencium aspal dan melesak ke gravel.. itu sudah terukur mas bro… Dia jatuh di tikungan-8 Aragon? tim dan pembalapnya sudah membicarakan kemungkinan itu.. weladalah kok bisa gitu?.. Strategi Cerdik Marquez Sengaja Jatuh di FP2, Kok Bisa Ya? Ini Penjelasannya !

Cerita ringkasnya begini bro dan sis …  MM93 berpikir Q2 harus sudah dalam genggaman tangan saat di sesi FP1. Itulah makanya dia memakai ban soft alias ban yang memang diperuntukkan untuk mencari fastest lap a.k.a putaran cepat… Sedang tolok ukur “race pace” atau kecepatan balap dicari pada sesi FP2 ingat FP2 kondisi lintasan 11-12 alias podo wae dengan race day di hari Minggu to mas..?.. Dan saat FP2 itu pulalah setingan motor dikondiskan untuk balapan Minggu…

Marc pun berucap, “Di pagi hari ( FP1), kami melakukan serangan waktu kami ( time attack).” Faktanya strategi kejutan ini membuat beberapa tim sempat shock dan melongo. Marc merasa strategi pertama berjalan sempurna melihat potensi cuaca sabtu yang diramalkan akan hujan. “Di sore hari ( FP2), kami banyak memacu motor saat latihan dengan ban bekas.”, Sebagai informasi tambahan data suhu trek saat FP1 adalah 79 derajat dan suhu trak di FP2 adalah 100 derajat.

‘Sengaja’ jatuh di FP2

Sengaja disini dalam artian tim dan Marc sudah menduga hal itu akan terjadi jika motor di push maksimal. Fokus yang diuji adalah ban depan keras ( hard). Marquez kehilangan cengkeraman ban depan…. crash, meskipun ada upaya terbaiknya untuk membantu dengan lututnya. Dia mengakui bahwa itulah risiko yang diambil, tetapi itu adalah cara untuk mencoba dan mendapatkan pengaturan yang sempurna.

Kondisi hari Minggu akan mirip dengan FP2, jadi Marc berkata kepada tim dia lebih suka mengambil risiko sore ini ( FP2) dan jika dia memiliki beberapa indikasi kritis dan motor jatuh, Marc lebih memilih untuk jatuh pada sore hari di FP2. Daripada pada hari Minggu ( Race day), jadi itulah strategi yang Marc dan tim lakukan. “Tim dan saya tahu bahwa saya akan memiliki peluang yang sangat besar untuk jatuh pada sore hari ( FP2), ketika saya mencoba ban depan yang keras,” kata pembalap berusia 26 tahun itu.

Marques mengungkapkan bahwa saat pertama, dia pergi dengan ban depan yang keras tidak apa-apa. Kemudian di putaran kedua di turunan ( T8) dia kehilangan cengkeraman bagian depan. Akibat sedikit menyentuh garis putih motor kehilangan grip ban depan. Tapi itu yang Marc katakan kepada tim, bahwa dia lebih suka mendapat ‘tanda’ limit motor sore itu ( FP2) daripada di balapan.

Ketika ditanya perbedaan terbesar antara ban depan soft dan hard, Marquez dengan singkat tapi jelas, mengatakan. “Dengan bagian depan yang keras ( hard), kita memiliki cengkeraman yang sedikit kurang pada bagian tepinya.”

Leave a Reply