Ini ‘Dosa’ Jorge Lorenzo, Jadi Biang Kerok Kegagalan Yamaha, Vinales Berang, Rossi Selow !

RiderTua MotoGP – Insiden Lorenzo justru lebih riuh dibandingkan pemenang balapan Catalunya. Pasalnya melibatkan pembalap yang sedang mengincar posisi gelar dunia ( Dovi)… Maverick Vinales kecewa. Sejauh ini, Race Direction belum menghukum pembalap Spanyol Repsol-Honda Jorge Lorenzo. Yang mengalami kecelakaan akibat salah mengantisipasi pengereman di GP Catalunya pada tikungan 10 di lap kedua, dan kemudian mengakibatkan jatuhnya pembalap lain…  Jadi biang kerok kegagalan Yamaha, Vinales berang, Grand Prix berikutnya (Assen) Lorenzo seharusnya start dari posisi belakang.

Kegundahan Maverick Vinales memang wajar karena dia juga mendapat hukuman di sirkuit yang sama. “Jika Race Direction perlakukan Jorge sama kerasnya seperti terhadap saya kemarin, mereka harus menghukumnya start paling belakang pada putaran berikutnya di Assen,” kata Maverick terus terang.

Ini ‘Dosa’ Jorge Lorenzo

Menurut Maverick Viñales inilah daftar “Dosa” Jorge Lorenzo di Catalunya:

  • Tikungan 10 Catalunya selalu sulit bagi pembalap. Tetapi Jorge sudah terlihat sangat agresif di putaran pemanasan (warm up lap). Dia terlalu memaksakan diri tanpa alasan.
  • Di Mugello dia juga sudah ‘bertengkar’ dengan Miller di putaran pemanasan.
  • Jorge adalah juara dunia lima kali. Tapi di Catalunya dia membuat kesalahan di lap kedua. Dia juga harus menggunakan ‘kepalanya’
  • Dengan power yang dimiliki motornya, dia tidak harus menyalip di tikungan itu. Dia bisa menunggu untuk trek lurus berikutnya.
  • Dia sudah naik dari posisi ke-10 dan mendapat tempat bagus berada di posisi keempat, namun dia menghancurkan balapannya sendiri.

Jadi Biang Kerok Kegagalan Yamaha

Sementara Rossi tidak banyak berkomentar tentang insiden itu… Jadi biang kerok kegagalan Yamaha, lebih keras lagi Vinales marah besar terhadap Lorenzo. “Motor Honda Jorge lebih kuat daripada Yamaha. Dia hanya harus menunggu empat lap untuk trek lurus berikutnya, dan dia perlu tahu bahwa dia tidak akan memenangkan balapan 24-lap di lap kedua itu. Dia telah memenangkan banyak posisi ( dari 10 ke -4), dia memiliki banyak bakat, tetapi dia juga harus menggunakan kepalanya …”

Be the first to comment

Leave a Reply