Ajian ‘Ilmu Lembut’ Lorenzo Diturunkan ke Fabio Quartararo Lewat Wilco Zeelenberg


RiderTua MotoGP – Memacu kuda besi prototipe bukanlah hal yang mudah bagi pembalap baru(rookie). Namun Yamaha M1 adalah pengecualiannya. Meski begitu tidak sembarang pembalap juga bisa memacunya dengan cepat. Bnayk deretan pembalap baru yang bersinar dengan Yamaha untuk level pemula sebut saja yang paling akhir Zarco dan Syahrin. Pembalap yang klop dengan Yamaha M1 adalah Jorge Lorenzo. Di Yamaha tidak dipungkiri kecepatan Lorenzo menikung membuat kewalahan bahkan seorang Marquez yang agresif. Dan ajian ‘Ilmu Lembut’ Lorenzo diturunkan ke Fabio Quartararo lewat Wilco Zeelenberg

Siapa Wilco Zeelenberg ?

Wilco Zeelenberg saat Lorenzo di Yamaha menjabat sebagai RIDER PERFORMANCE ANALYST di Yamaha Movistar Racing. Seorang pria dibalik kesuksesan Jorge Lorenzo merengkuh gelar dunia 2015. Wilco Zeelenberg ibarat “bapak” dalam tim balap Yamaha, dimana dari nama jabatannya saja adalah seorang peng-analisa performa pembalap sebuah jabatan non teknis yang penting juga…Pernah mental Jorge Lorenzo down… Wilco Zeelenberg yang sudah bekerja sama dengan Lorenzo lebih dari 6 tahun, Zeelenberg melakukan pendekatan dalam memompa semangat Jorge , dengan memberinya informasi yang tepat, meningkatkan performanya dan membuat Lorenzo agar selalu tenang…!!!

Fabio Quartararo Pewaris ‘Ilmu Lembut’ Lorenzo

Fabio Quartararo pembalap belia dengan bakat besar. Pada usia 14 tahun, menjadi  pembalap termuda yang memenangkan kejuaraan balap Spanyol. Di Moto3 dengan Honda dan raih dua podium di musim pertama, sebelum terluka pada pergelangan kakinya setelah kecelakaan di Misano. Bersama tim Italia Speed ​​Up Luca Boscoscuro lebih bersinar dan tanpa banyak berfikir dibajak oleh tim Malaysia untuk diboyong ke MotoGP . bahkan infonya tidak tanggung-tanggung membeli motor termahal di Yamaha (‘spec-A’) dari YZR-M1, yang sangat mirip dengan motor yang dipakai Rossi dan Vinales.

Ajian ‘Ilmu Lembut’ Lorenzo Diturunkan ke Fabio Quartararo Lewat Wilco Zeelenberg

Fabio Quartararo ibarat lembaran kertas putih masih muda belia, jika penanganannya kurang tepat akan kusam dan mudah sobek… Cara “ngemong” Quartararo juga ada kiatnya. Menurut mantan bosnya Quartararo yang dulu (Luca Boscoscuro). Fabio pembalap muda yang belum berusia 19 tahun, dia masih anak-anak. Jika ingin tetap dekat dengannya, bantu dia mengerti, dan talenta-nya akan keluar. Jika kita menekannya karena dia tidak bisa cepat, moral nya akan jatuh. Wilco Zeelenberg adalah orang yang sangat baik, dan sangat tahu dengan masalah ini. Dan itulah yang dibutuhkan Quartararo untuk mencapai yang terbaik. Karena ilmu pendekatannya sama dengan Lorenzo.

Bahkan ilmu apa yang dipunyai Lorenzo saat di Yamaha akan di wariskan ke Quartararo melalui Zeelenberg. Kekuatan Yamaha dipadu dengan teknik Lorenzo sangat mematikan. Itulah mengapa saat ini Qartararo adalah yang tercepat di Yamaha mengalahkan Morbidelli, Vinales bahkan Rossi..? .. Dia manut alias menurut dalam menerima wejangan ilmu balap dari gurunya (Wilco Zeelenberg) yang punya ajian ‘Ilmu Lembut’ Lorenzo… Ilmu disini bukan dalam artian gaya balapnya namun bagaimana membawa M1 bahkan dari sisi mental… Sabar tenang, halus dan diperlakukan lembut, karena M1 gak mau dikasarin, seperti wanita.. loh..  Mungkin Lorenzo sekarang tersenyum, ilmunya terkuak dan dipakai acuan semua pembalap Yamaha.. Mrenges maksimal si Jo…

Referensi : corsedimoto.com(09/05/19)

Be the first to comment

Leave a Reply