Menanti Kabar Jimny yang Tak Kunjung Datang



(Foto: www.otobisnis.com)

RiderTua Mobil – Sejak dikenalkan pada GIIAS 2018 lalu, Suzuki Jimny masih menjadi mobil yang diminati oleh konsumen Indonesia. Memang karena mobil ini pernah tenar pada tahun 90-an. Kini SUV legendaris ini kembali dengan membawa fitur yang lebih modern. Menanti kabar Jimny yang tak kunjung datang.

Baca juga:Suzuki Jimny Masuk Nominasi Sebagai Mobil Terbaik Dunia 2019
suzuki jimny 2017
suzuki jimny 2017

Kapan Dirakit Lokal

Dengan kembalinya Jimny, para konsumen Indonesia mulai berebut ingin mendapatkan SUV ini. Suzuki sudah mendapat ribuan inden dari konsumen tak hanya di Indonesia, tetapi juga dari negara lain dari seluruh dunia. Tentu ini membuat Suzuki kewalahan mengurusi semua inden tersebut.

Ini artinya Suzuki tak bisa memproduksi Jimny sendirian begitu saja. Untuk diketahui, Jimny hanya dibuat di pabrik Suzuki di Jepang. Dengan banyaknya inden dari seluruh dunia tentu mereka harus mencari cara untuk mempercepat proses pengiriman mobil ke konsumen. Mengenai hal ini banyak yang berpendapat, Suzuki Indomobil Motor (SIM) disarankan untuk merakit Jimny secara lokal.

Seiji Itayama selaku Presdir PT. Suzuki Indomobil Motor mengatakan

“Apakah akan diproduksi atau impor atau malah tidak masuk sama sekali, mohon bersabar. Kami masih mempelajari kemungkinan-kemungkinan tersebut”

(Foto: kRjogja)

Indonesia menjadi tempat dimana terdapat pabrik Suzuki terbesar ketiga di dunia, setelah Jepang dan India. Menanggapi hal tersebut, SIM tak mau membicarakannya lebih lanjut. Mereka mengatakan bahwa rencana tersebut masih diproses dan dipelajari secara mendalam, termasuk berunding dengan pihak prinsipal pusat untuk menghadirkan Jimny di Indonesia.

Peluang Jimny di Tanah Air memang besar, mengingat banyaknya masukan positif dari konsumen serta pemilik Jimny lawas. Namun dengan lamanya waktu untuk memastikan perakitan lokal Jimny membuat Suzuki meminta para konsumennya untuk bersabar sampai waktunya sudah tepat.

 

Be the first to comment

Leave a Reply