Perjalanan Datsun Sebagai Produsen Mobil Murah di Indonesia



datsun go 2016

RiderTua Mobil – Sebagai produsen mobil murah tentu tidaklah mudah. Termasuk Datsun, yang kini bernaung dengan Nissan Motor Indonesia (NMI). Sempat ‘mati suri’ sebelum tahun 2014 dan kembali hidup lagi bukan perkara mudah. Perjalanan Datsun sebagai produsen mobil murah di Indonesia.

Baca juga: Penjualan Cross Terus Menurun, Bagaimana Datsun?
(Foto: drive.ru)

Perjalanan Datsun Sebagai Produsen Mobil Murah di Indonesia

Sebenarnya Datsun bukanlah produsen mobil baru di Indonesia. Datsun sudah lama berada di Indonesia namun seperti tidak mendapat perhatian dari konsumen. Baru di tahun 2014 Datsun kembali, tetapi kini sudah satu aliansi dengan Nissan.

Datsun kemudian berani masuk ke segmen LCGC (Low Cost Green Car) dengan memboyong dua model andalannya, yaitu Go+ dan Go Panca. Datsun dianggap sebagai pioner dalam mendongkrak popularitas segmen mobil murah. Sebelum kemudian Toyota, Daihatsu, Honda, dan Suzuki ikut terjun di segmen ini. Bahkan di tahun 2014, penjualan Datsun mencapai 20.520 unit.

Lalu di tahun selanjutnya, Datsun kembali sukses menjual LCGC dengan perolehan 29.538 unit. Meskipun di tahun tersebut Datsun belum mengeluarkan model baru dan transmisi matik. Kemudian di tahun 2016, penjualan Datsun menurun sedikit, yaitu 25.483 unit.

(Foto: OTO Detik)

Namun di tahun 2017 inilah Datsun mulai terpuruk karena di tahun inilah mobil matik makin digemari. Selain itu, persaingan di segmen LCGC juga semakin ketat dengan kehadiran Calya-Sigra dan Agya-Ayla, Honda Brio, dan Suzuki Wagon R. Penjualannya saat itu hanya mencapai 10.484 unit.

Datsun berupaya untuk tetap bertahan dengan meluncurkan Datsun Cross pada tahun ini. Bedanya kini Datsun tidak lagi terlalu fokus ke segmen LCGC, tetapi crossover. Namun Cross tidak terlalu populer seperti kedua model sebelumnya. Hingga kini penjualannya hanya mencapai 2.273 unit.

 

Be the first to comment

Leave a Reply