RiderTua.com – Dua model yang sering dibandingkan adalah Yamaha Tricity 300 dan Piaggio MP3 310, yang sama-sama mengusung konsep motor matik dengan 3 roda untuk penggunaan harian hingga touring. Di pasar Eropa, segmen ini unik karena menawarkan stabilitas ekstra tanpa mengorbankan kenyamanan khas skutik.
Keduanya menawarkan keunggulan utama berupa dua roda depan yang meningkatkan grip dan rasa aman, terutama di jalan licin. Namun pendekatannya berbeda: Tricity 300 lebih fokus ke kenyamanan dan kemudahan, sementara MP3 310 hadir dengan karakter lebih bertenaga dan premium.
▶Daftar Isi
Yamaha Tricity 300: Skutik Roda Tiga yang Stabil dan Punya Airbag

Yamaha Tricity 300 dibekali mesin 1 silinder 292cc SOHC 4-klep pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 28 hp pada 7.250 rpm dan torsi 27,6 Nm pada 5.750 rpm, dipadukan dengan transmisi CVT. Mesin ini sama basisnya dengan XMAX 300, sehingga terkenal halus, efisien, dan cukup bertenaga untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh.
Karakter mesinnya cenderung smooth dan linear, dengan akselerasi yang tidak terlalu agresif namun stabil. Ini membuat Tricity terasa nyaman dan mudah dikontrol, terutama bagi pengendara yang baru mencoba skutik roda tiga. Apalagi kini punya sistem airbag sehingga lebih aman.

Dari sisi sasis, Tricity 300 menggunakan sistem Leaning Multi Wheel (LMW) dengan dua roda depan dan suspensi paralel, memberikan stabilitas tinggi saat menikung maupun saat pengereman. Fitur seperti Standing Assist membantu motor tetap tegak saat berhenti tanpa harus menurunkan kaki.
Fitur lainnya meliputi traction control, ABS, keyless system, dan bagasi luas yang bisa menampung dua helm. Posisi duduknya juga nyaman untuk perjalanan jauh. Di Eropa, Yamaha Tricity 300 dipasarkan sekitar 8.780 Pound Sterling atau setara Rp 198,5 jutaan.
Piaggio MP3 310: Skutik Roda Tiga Lebih Bertenaga dan Premium Feel

Piaggio MP3 310 hadir dengan mesin 1 silinder 310cc i-get SOHC 4-klep pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 26 hp pada 7.500 rpm dan torsi 27,3 Nm pada 6.000 rpm, dipadukan dengan CVT. Walaupun secara angka sedikit di bawah Tricity, karakter mesinnya terasa lebih responsif di putaran bawah hingga menengah.
Karakter berkendaranya lebih berisi dengan akselerasi awal yang lebih kuat, membuat MP3 terasa lebih hidup saat digunakan di perkotaan. Selain itu, tuning mesin dan throttle memberikan sensasi yang lebih sporty.

Dari sisi sasis, MP3 310 menggunakan sistem suspensi depan paralel dengan dua roda serta fitur khas tilting lock system, yang memungkinkan motor tetap tegak saat berhenti tanpa perlu kaki menopang. Handlingnya terasa lebih rigid dan mantap, terutama saat kecepatan menengah.
Fitur menjadi salah satu keunggulan, seperti ABS, traction control (ASR), keyless system, panel digital modern, serta kenyamanan jok yang lebih premium. Bagasi juga cukup luas untuk kebutuhan harian.
Untuk harga di Eropa, Piaggio MP3 310 berada di kisaran 7.695 Pound Sterling atau sekitar Rp 174 jutaan, lebih terjangkau meski soal kelengkapan teknologinya memang lebih minim.
| Aspek | Yamaha Tricity 300 | Piaggio MP3 310 |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder, 292cc, SOHC, 4 klep, pendingin cairan | 1 silinder, 310cc, SOHC, 4 klep, pendingin cairan |
| Tenaga | 28 hp pada 7.250 rpm | 26 hp pada 7.500 rpm |
| Torsi | 27,6 Nm pada 5.750 rpm | 27,3 Nm pada 6.000 rpm |
| Karakter Mesin | Halus, linear, nyaman | Lebih responsif, sporty |
| Transmisi | CVT otomatis | CVT otomatis |
| Sistem Roda Depan | Leaning Multi Wheel (LMW) | Parallelogram suspension, tilting lock |
| Fitur Keselamatan | ABS, traction control, airbag | ABS, traction control (ASR) |
| Fitur Utama | Keyless, standing assist, LED, bagasi luas | Keyless, panel digital, jok premium, LED |
| Karakter Berkendara | Stabil, nyaman, mudah dikendalikan | Lebih rigid, mantap, sporty |
| Bagasi | Besar, muat dua helm | Cukup luas |
| Harga | 8.780 Pound Sterling, sekitar Rp 198,5 jutaan | 7.695 Pound Sterling, sekitar Rp 174 jutaan |







