RiderTua.com – RiderTua readers di rumah maupun di mana saja, produsen terus mengembangkan baterai untuk mobil listriknya dengan berbagai keunggulannya. Tapi yang paling sering dilakukan yaitu membuat baterai dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 km.
Baterai Rhino, Lebih Tangguh Dari Baterai Biasa?
Chery menjadi salah satu diantaranya yang mengembangkan baterai baru untuk mobil listriknya, dan baterai ini dinamai sebagai Rhino. Sesuai namanya, baterai tersebut punya kepadatan energi hingga 600 Wh/kg, tapi ada juga pilihan baterai dengan kepadatan 400 Wh/kg. Meskipun begitu, baterai ‘badak’ ini mampu memberikan jarak tempuh sejauh 1.500 km tanpa harus bolak-balik mengisi dayanya.

Tentu ini terdengar cukup menarik, karena biasanya baterai BEV hanya memiliki jarak tempuh kurang dari 1.000 km. Tapi seiring berjalannya waktu, produsen terus mengembangkan baterai dengan jarak tempuh lebih dari angka tersebut. Ini dilakukan agar pemilik mobil tidak perlu mengisi daya baterainya berulang kali, apalagi kalau stasiun pengisian dayanya cukup jauh.
Chery diketahui menghabiskan dana hingga Rp 21 triliun dan 1,2 ribu orang yang terlibat untuk mengembangkan baterai solid-state. Ini menunjukkan bagaimana mereka sangat serius dalam membuat baterai yang punya jarak tempuh lebih jauh dari rata-rata, bahkan mereka mengaku tidak punya batasan dalam mengembangkannya. Mereka bisa saja membuat baterai dengan jarak tempuh lebih jauh dari ini, tapi mereka lebih memilih untuk menyiapkan sarana pendukung pengembangannya.

Mobil Pertama yang Mendapatkannya
Sebenarnya baterai Rhino ini masih belum bisa dipakai pada mobilnya untuk sekarang karena masih dikembangkan, dan dipastikan pengembangannya bakal rampung sekitar tahun 2027. Exeed ES8 disebut akan menjadi model pengujian untuk baterai tersebut sebelum diterapkan pada model lainnya. Sementara model Exeed ES dan EX7 yang bakal mendapatkan baterai ini.

Mungkin produknya sendiri belum bisa mendapatkan baterai Rhino untuk sekarang. Termasuk sub-brand lainnya seperti Jetour, Lepas, Jaecoo, sampai iCar. Tapi setidaknya mereka siap untuk menghadirkan teknologi terbarunya ini bagi produk elektrifikasi yang dijualnya.







