RiderTua.com – RiderTua readers di rumah maupun di mana saja. Sama seperti musim lalu, Fabio Quartararo mengawali musim 2026 dengan mengecewakan. Yamaha masih belum mampu memberinya motor yang kompetitif, seperti yang mereka janjikan ketika mereka berusaha keras mempertahankan El Diablo pada 2024 lalu.
Fabio Quartararo Masih Ragu dengan Yamaha M1 V4
Saat itu rider asal Prancis itu sangat frustrasi dengan lemotnya M1 (inline4), yang membuatnya ingin hengkang dari Yamaha. Pabrikan yang bermarkas di Iwata Jepang itu kemudian melakukan manuver berani dengan mempensiunkan mesin inline4-nya pada 2026 dan menggantinya dengan mesin V4 seperti yang dipakai 4 pabrikan di MotoGP lainnya.
Namanya juga mesin ‘gres’ jadi hasilnya masih jauh dari kata mengesankan apalagi memuaskan. Seperti yang terlihat dalam hasil dari balapan pembuka musim 2026 di GP Thailand, dimana Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-14 dalam balapan utama dan ke-16 dalam sprint. Ini artinya, dia hanya mencetak 2 poin dari GP Thailand.

Fabio Quartararo tampaknya sudah kehilangan kesabaran dan mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan emosional. Ekspresi wajahnya berbicara lebih keras daripada kata-kata! Yang paling jadi sorotan adalah gestur frustrasinya saat berada di lintasan lalu kemudian mengacungkan jari tengahnya ke motornya selama tes pramusim. Hal ini menunjukkan bagaimana nasib proyek Yamaha.
Di Thailand, Quartararo kurang cepat dan kurang pede bahkan kalah dari rookie Toprak Razgatlioglu di beberapa sektor. Bagi seorang pembalap yang 3 tahun lalu bersaing untuk memperebutkan gelar dunia, kontrasnya sangat mencolok. M1 tetap menjadi motor yang sulit diprediksi, dengan kekurangan akselerasi dan stabilitas yang nyata dibandingkan dengan Ducati dan Aprilia. Yamaha belum menunjukkan peningkatan teknis yang substansial sejak tes pramusim.

Sementara beberapa pembalap memilih untuk berlatih di aspal, Quartararo justru lebih memilih untuk berlatih dengan motocross. Dalam beberapa hari terakhir, dia terlihat berlatih dengan motor MX-Yamaha. “Saya hanya ingin memastikan, saya masih tahu cara mengendarai motor,” canda juara dunia MotoGP 2021 itu dalam postingan terbarunya di media sosial.
BTW, Quartararo dirumorkan akan pindah ke tim pabrikan Honda Castrol untuk 2027. Siapa yang akan didepak Honda, Joan Mir atau Luca Marini? Mir dikabarkan masuk daftar kandidat tim Trackhouse Aprilia, dimana dia punya hubungan yang sangat baik dengan manajer timnya Davide Brivio. Mereka berdua pernah bekerja di Suzuki, sebelum pabrikan asal Jepang itu mundur dari MotoGP pada akhir 2022. Mir meraih juara dunia MotoGP pada 2020 untuk Suzuki, ketika waktu itu Brivio menjabat sebagai manajer tim.









