RiderTua.com – Sahabat pembaca RiderTua. Fabio Quartararo lebih 30 detik tertinggal dalam balapan Buriram..parah!!… Meskipun duo tim Pramac Yamaha Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu sukses memenangkan Tuk-Tuk Challenge pada Minggu pagi di Buriram. Namun tawa berubah menjadi tangis hanya dalam beberapa jam saja. 4 pembalap Yamaha hanya mampu finis di posisi ke-14 kebawah pada race utama Minggu sore. Fabio Quartararo dan Alex Rins masing-masing finis di posisi ke-14 dan 15. Sementara Toprak finis ke-17 dan Miller ke-18…
Ini menunjukkan Yamaha sama sekali tidak kompetitif di trek ini, apalagi dengan suhu aspal mencapai 55 derajat Celcius serta penggunaan ban Michelin khusus tahan panas. Tapi yang bikin kesal media adalah tidak ada satu pembalap Yamaha yang mau menjawab pertanyaan dan tampaknya pabrikan tidak menginginkan mereka hadir di sana.
Yamaha Kalah Telak di GP Thailand: Fabio Quartararo Lebih 30 Detik Tertinggal, Pembalapnya ‘Bungkam’ No Comment!

Marco Bezzecchi berhasil memenangkan GP Thailand, 1 detik lebih cepat dari catatan waktu Marc Marquez (Ducati) saat memenangkan balapan tahun lalu. Tahun lalu Jack Miller menjadi pembalap terbaik Yamaha dalam balapan setelah finis ke-11 dengan selisih 22,3 detik dari pemenang. Tahun ini Fabio Quartararo menjadi pembalap terbaik Yamaha dengan finis di posisi ke-14 dengan selisih 30 detik dari pemenang, itupun lantaran beberapa pembalap di depan gagal finis atau crash.
Sebagai gantinya, direktur balap Yamaha Paolo Pavesio yang berbicara dengan media. “Saya bukan pembalap baru Yamaha. Di awal perjalanan kami ini, setelah para pembalap memberikan yang terbaik sepanjang akhir pekan, saya rasa tepat bagi saya, sebagai perwakilan perusahaan untuk menjelaskan posisi proyek kami saat ini. Kami memiliki mesin baru dan proyek baru yang kami mulai tahun lalu,” ujarnya.

Pavesio menambahkan, “Sekarang kami tahu seberapa besar ketertinggalan kami dan bahwa ada ‘gunung’ yang harus kami daki. Tetapi sejak awal kami berkomitmen untuk mengambil langkah setapak demi setapak. Para pembalap kami sudah memberikan yang terbaik, begitu pula perusahaan. Itu akan terus berlanjut, itulah satu-satunya cara. Tidak ada keajaiban, kami bertekad untuk mengejar ketertinggalan dari pabrikan lain.”
Berapa lama prosesnya? “Sulit untuk mengatakan berapa bulan yang dibutuhkan. Setiap lap di lintasan, kami menemukan hal-hal baru dan kami masih mengerjakan set-up dasar motor. Berkat aturan konsesi, beruntungnya kami dapat melakukan lebih banyak pengembangan ketimbang yang lain. Oleh karena itu, sepanjang musim kami akan mengamati, belajar, memahami, memodifikasi, dan meningkatkan. Saya berharap kami akan berkembang,” jawab Pavesio.
Bos asal Italia itu melanjutkan, “Tahun lalu kami mampu mencapai level yang cukup baik dalam satu lap cepat. Kami tahu, di awal kami akan kehilangan itu dengan mesin V yang baru. Kami mengorbankan itu untuk mencapai konsistensi yang lebih baik selama balapan. Dalam sprint, tidak terlalu buruk. Selisih antara Yamaha terbaik dan pemenangnya sama dengan tahun lalu. Kami harus berjuang lebih keras dalam balapan panjang.”

“Secara emosional, ini sulit bagi kami semua. Para pembalap lebih terekspos daripada yang lain. Mereka dituntut memberikan hasil terbaik selama akhir pekan. Tetapi banyak perusahaan yang telah bekerja siang dan malam selama berbulan-bulan. Semua orang harus memahami, bahwa ini adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan untuk kembali ke posisi yang kita inginkan.”
“Itu tidak mudah secara mental. Akhir pekan ini presiden Yamaha dari Jepang datang ke sirkuit, bukan untuk mengawasi melainkan untuk memberikan dukungan penuh kepada kami. Kita harus bekerja, berusaha keras, dan mencari cara baru untuk maju. Tidak ada yang menjamin hanya karena masa lalu kami. Semua orang di Yamaha paham sekali itu,” pungkas Paolo Pavesio.

Singkatnya bro… Yamaha lagi fase “turun gunung cari jurus baru”. Di MotoGP Thailand Grand Prix kemarin di Chang International Circuit, Fabio Quartararo dan kawan-kawan bukan cuma kalah cepat, tapi kelihatan masih meraba-raba arah dengan proyek mesin baru mereka. Sampai-sampai yang maju ke depan bukan pembalap, melainkan bosnya, Paolo Pavesio, buat bilang ini adalah perjalanan panjang, bukan sulap semalam jadi kencang.
Jadi kalau mau dibilang “dibungkam”, mungkin tidak..atau malu kali yak, mau ngebangga’in apa juga??..… tapi intinya Yamaha lagi nunduk, kerja keras, dan sadar banget kalau jarak satu detik di MotoGP itu setara jurang. Sekarang tinggal tunggu, omongan soal proses ini nanti benar-benar jadi progres atau cuma jadi penghibur di saat susah… Wasalam…









