Home MotoGP Massimo Rivola (Aprilia): Marc dan Acosta Akan Selalu Menyerang Habis-habisan Musim Ini,...

    Massimo Rivola (Aprilia): Marc dan Acosta Akan Selalu Menyerang Habis-habisan Musim Ini, Tapi Marco Bezzecchi Pembalap Cerdas!

    Marco Bezzecchi - Marc Marquez
    Marco Bezzecchi - Marc Marquez

    RiderTua.com – Bro sekalian pembaca RiderTua, ada cerita menarik hari ini. Massimo Rivola (CEO Aprilia) tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah 4 pembalapnya finis di 5 besar GP Thailand. Marco Bezzecchi tak tersentuh sejak start hingga finis dan memenangkan balapan dengan sangat dominan..

    Raul Fernandez akhirnya harus mengaku kalah dari Pedro Acosta dan harus puas finis ke-3. Jorge Martin yang baru saja pulih dari cedera berhasil menunjukkan performa kuatnya seperti dulu dan finis di posisi ke-4. Ai Ogura yang di awal sempat kesulitan membangun ritme, di pertengahan balapan langsung gas pol dan finis ke-5.

    Massimo Rivola (Aprilia): Marc dan Acosta Akan Selalu Menyerang Habis-habisan, Tapi Marco Bezzecchi Pembalap Cerdas

    Pedro Acosta - Marc Marquez - Marco Bezzecchi
    Pedro Acosta – Marc Marquez – Marco Bezzecchi

    Dominasi Aprilia di Thailand terasa luar biasa karena pada saat yang sama Ducati mengalami keruntuhan. Meskipun ada masalah teknis dan crash yang menimpa Marc dan Alex Marquez, tapi superioritas RS-GP tak bisa diabaikan. Rekor podium pabrikan asal Borgo Panigale itu dalam 88 balapan berturut-turut patah di Thailand.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Pada akhir musim 2025, Marc Marquez absen karena cedera. Di saat yang sama Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez tampil kuat dengan meraih kemenangan dan podium. Banyak yang meragukan performa RS-GP, mereka berdua kuat hanya kebetulan semata karena Marquez tidak ada.

    Di GP Thailand, Bezzecchi tidak sempat bertarung melawan Marquez karena dia melaju sendirian di depan. Yang tak terbayangkan adalah tatkala Fernandez dengan mudah menyalip sang juara bertahan di Tikungan 7. Kemudian Martin maju dan ikut andil dalam pertarungan, bahkan tampaknya Aprilia bakalan menyapu bersih podium. Performa kuat RS-GP di Thailand membungkam para hatters Aprilia. Untuk pertama kalinya, pabrikan asal Noale itu benar-benar mampu mengungguli tetangganya Ducati baik dalam akselerasi maupun performa keseluruhan.

    Marc Marquez - Marco Bezzecchi
    Marc Marquez – Marco Bezzecchi

    Di Buriram Massimo Rivola mengatakan, “Saya ingin mengucapkan selamat kepada semua pembalap hari ini. Keempat pembalap melakukan pekerjaan yang luar biasa di seri pembuka. Marco, karena kecepatannya yang luar biasa dan langsung melesat menjauh. Jorge yang dalam beberapa minggu terakhir banyak menghabiskan waktu dengan berlatih di atas motor balapnya, tampil luar biasa setelah absen satu musim.”

    “Kemudian ada Raul, yang bertahan meskipun mengalami masalah bahu yang signifikan di pagi hari. Dan jangan lupakan Ai, yang bangkit setelah paruh pertama balapan yang sulit, menemukan performanya dan melakukan manuver luar biasa dengan mudah di bagian akhir.”

    “Tanpa ragu, hari ini kami sangat puas. Karena tampaknya kita berhasil mempertahankan kekuatan motor, terutama kecepatan di tikungan cepat dan itu sangat cocok dengan karakter trek seperti Buriram,” imbuh bos asal Italia itu.

    Namun ada satu yang bikin Rivoal kecewa, yakni kegagalan Bezzecchi di sprint race hari Sabtu. Dengan start dari pole position, seharusnya rider asal Rimini Italia itu punya peluang besar memenangkan sprint tapi sayangnya dia crash di lap ke-2. Dan yang menang dan akhirnya memimpin klasemen justru Pedro Acosta.

    Massimo Rivola - Marco Bezzecchi
    Massimo Rivola – Marco Bezzecchi

    Dengan wajah serius Rivola mengatakan, “Saya sangat kecewa dengan sprint ini. Ketika kita punya kesempatan, kita harus memaksimalkan setiap peluang. Kami jelas tidak akan mendominasi tahun ini. Marc dan Pedro akan selalu bertarung habis-habisan di setiap balapan. Kami pasti akan kehilangan poin-poin ini.”

    Apakah ada kritik untuk Bezzecchi? “Marco adalah orang yang sangat cerdas, dia dapat menilai situasi ini dengan tepat. Tentu saja, ada kalanya Marco perlu diberi nasihat. Tetapi kali ini, dia butuh dukungan dan dia mendapatkannya dari saya dan seluruh tim,” pungkas Rivola.

    Sebagai balasan atas kepercayaan sang bos dan timnya, Bezzecchi tampil sempurna dalam race utama. Dia tidak membuat satu pun kesalahan, memecahkan rekor lap tercepat dalam balapan (lebih cepat 0,4 detik dari rekor Marc Marquez pada 2024), dan meraih kemenangan GP pertama musim 2026 atau meraih kemenangan dalam 3 balapan berturut-turut.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini