Home MotoGP Pengamat MotoGP : Pembalap Tidak Bisa Meninggalkan Grid Start Kecuali Motornya Rusak

    Pengamat MotoGP : Pembalap Tidak Bisa Meninggalkan Grid Start Kecuali Motornya Rusak

    Marc Marquez Berlari
    Marc Marquez Berlari

    RiderTua.com – MotoGP Amerika penuh cerita menarik sebelum balapan utama dimulai… Kecuali tiga pembalap yang sejak awal sudah menggunakan ban slick (Brad Binder, Enea Bastianini dan Ai Ogura), semua pembalap yang menggunakan ban basah berlari meninggalkan grid start MotoGP Amerika untuk mengganti motor dengan ban kering sesaat sebelum warm-up lap. Karena hampir separuh lebih pembalap meninggalkan grid, race director menunda start selama 10 menit dan tidak memberi penalti pada pembalap-pembalap tersebut dengan alasan keselamatan.

    Beberapa orang marah dan mengkritik keras keputusan race director tersebut karena tidak diberi kesempatan untuk memanfaatkan pertaruhan ban yang tepat. Manajer tim Trackhouse Aprilia Davide Brivio marah terkait penundaan start karena pembalapnya Ai Ogura sudah memilih ban slick untuk start. Begitu juga dengan Direktur Motorsport KTM Pit Beirer yang dirugikan karena dua pembalapnya menjadi ‘korban’ atas ketidakadilan Race Director.

    Pengamat MotoGP : Pembalap Tidak Bisa Meninggalkan Grid Start Kecuali Motornya Rusak

    Situasi yang terjadi di GP Amerika 2025 ini serupa dengan kejadian di GP Argentina 2018. Apakah aturan perlu direvisi? Jurnalis Senior Lewis Duncan mengatakan, “Dapat dimengerti, ada beberapa orang yang sangat marah atas kejadian itu. Ai Ogura, Enea Bastianini, dan Brad Binder telah memasang ban slick dan Davide Brivio sangat marah. Dia benar-benar marah dengan berkata ‘kita telah mengambil risiko di sini, mengapa kita tidak bisa langsung memulai balapan? Race Director tidak melakukannya dengan benar’. Dia benar-benar marah dengan keputusan itu dan saya yakin ada beberapa orang lain yang juga kesal.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Marc Marquez Berlari di GP Austin
    Marc Marquez Berlari di GP Austin

    Menurutnya aturan ini jelas harus ditinjau ulang karena aturan yang tercantum dalam buku tidak diikuti dengan benar. Bahkan aturan yang menyebut bahwa balapan akan tetap dilanjutkan meski ada 10 pembalap yang meninggalkan grid, juga tidak diberlakukan. Meskipun keselamatan adalah alasan utama karena jika turun ke lintasan dengan ban basah akan terlalu berbahaya, tapi harus ada kejelasan aturan.

    Duncan menambahkan, “Sangat-sangat sulit untuk benar-benar bisa mengawasi dan ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tetapi stewards dan FIM harus melihat ini dan menindaknya, pembalap tidak bisa meninggalkan grid kecuali motornya rusak. Jadi, semua pembalap harus start bahkan dengan ban yang salah dan mereka bisa menggantinya setelah lap pertama dan risikonya mereka kehilangan banyak waktu.”

    “Itu keputusan yang telah dibuat, semua harus menerimanya. Saya tidak tahu mengapa aturan tidak diberlakukan sejak awal. Jika menggunakan ban basah di lintasan kering, pembalap masih bisa mengitari trek dengan aman meskipun lambat. Jadi tidak ada alasan untuk menunda start hanya karena kesalahan memilih ban. Menurutku aturan harus diubah karena bikin bingung dan berpotensi merugikan pembalap yang sudah memilih ban dengan benar,” pungkas Lewis Duncan.

    Jordan Moreland menambahkan, “Kondisi lintasan berubah begitu cepat. Setelah itu Pecco Bagnaia membicarakannya dan berkata bahwa dia melihat ke arah tikungan 1 dan di grid bahwa lintasannya kering. Mengingat seluruh situasi yang terjadi, saya merasa kasihan pada tiga pembalap yang menggunakan ban slick. Ini mirip dengan kejadian Jack Miller pada GP Argentina 2018, tapi race director memutuskannya dengan tepat.”

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini