Home MotoGP Pecco Bagnaia Tidak Ikuti Petunjuk Kepala Krunya, Malah Ngikut Marc Marquez Ngibrit...

    Pecco Bagnaia Tidak Ikuti Petunjuk Kepala Krunya, Malah Ngikut Marc Marquez Ngibrit ke Garasi Ganti Motor di MotoGP Austin

    Marc Marquez Berlari
    Marc Marquez Berlari

    RiderTua.com –  Sebelum balapan MotoGP di Austin, Pecco Bagnaia mengabaikan saran dari kepala kru Cristian Gabarrini untuk mengikuti strategi Marc Marquez. Francesco Bagnaia meraih kemenangan pertamanya di musim MotoGP 2025, yang datang hampir tak terduga setelah rekan setimnya Marc Marquez terjatuh. Cuaca dan penundaan start membuat suasana menjadi kacau pada balapam hari Minggu di GP Amerika, dengan banyak pembalap berdesakan sebelum lap pengenalan trek untuk beralih dari motor dengan ban hujan ke motor dengan set-up kering (slick).

    Daftar Isi

    Pecco Bagnaia Tidak Ikuti Petunjuk Kepala Krunya

    Di sirkuit ‘taman bermain’ Marc Marquez, kesuksesan datang tak terduga bagi Pecco Bagnaia, yang kini tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen. Ia mampu menangani tekanan media dengan sangat baik, setelah dua putaran pertama di Thailand dan Argentina, jelas dibayangi oleh juara dunia delapan kali itu. Namun, ia menunjukkan bahwa ia memiliki bakat sebagai juara, tetap tenang, rajin mengumpulkan poin daripada jatuh karena terlalu memaksakan diri. Pada kesempatan bagus pertama, ia mampu memanfaatkannya, mengalahkan Alex Marquez, sesuatu yang baru terlihat sehari sebelumnya.

    GP Amerika bisa saja memberikan hasil yang sangat berbeda bagi Bagnaia, juga bagi Marquez dan banyak pembalap MotoGP lainnya. Jika pengawas balapan tidak menghentikan balapan (red flag) setelah kekacauan di starting-grid, tiga pembalap yang memasang ban kering mungkin akan memimpin setelah lampu padam. Bagnaia bisa saja menerima penalti, memulai balapan dari pit lane atau ride through penalty, yang berarti ia tidak akan pernah menang. “Saya membayangkan suasana hati para pembalap yang siap di grid dengan ban slick. Mereka akan sangat marah dengan apa yang terjadi (red flag dan start diulang dari awal),” kata Pecco setelah balapan.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Marc Marquez Berlari di GP Austin
    Marc Marquez Berlari di GP Austin

    Di starting grid apa yang sebenarnya terjadi dengan Pecco? Sebuah video yang dirilis di saluran resmi MotoGP memberi kita jawabannya. Pecco mengabaikan strategi kepala krunya Cristian Gabarrini untuk mengikuti jejak rekan setimnya. “Marquez harus mengganti motornya dengan motor cadangan. Kalau tidak, dia harus start dari pit lane 10 detik di belakang yang lain.. Dia bisa melakukannya, mereka tidak akan memberinya ride through penalty, tetapi dia akan memulai dari pit lane. Dia mungkin tidak akan melakukannya, tetapi jika dia berlari untuk mendapatkan motor lain, dia akan memulai balapan dari posisi terakhir,” jelas Gabarrini.

    Tidak Sesuai Rencana Tim

    Situasinya tidak pasti dan rencana Ducati untuk Bagnaia adalah tetap berada di grid dengan ban hujan di trek yang cepat kering. Gabarrini bersikeras untuk tetap tenang. “Kami belum menyiapkannya (motor kedua). Saya pikir Anda harus keluar dan melakukan satu atau dua putaran yang sangat cepat, lalu mengganti motor. Kami akan berada di sana, siap untuk Anda. Tetap tenang dan kita lihat saja. Lakukan apa yang menurut Anda terbaik, kami akan siap untuk pergantian motor,” katanya..

    Namun, ketika Marquez mulai berlari menuju pit untuk berganti motor, Bagnaia mengabaikan saran teknisi dan justru mengikuti pembalap Spanyol itu ke pit, untuk ganti ke motor kedua dengan ban slick. “Lintasannya kering. Dengan ban hujan, satu putaran terasa sangat lama. Saya berpikir: ‘Saya harus segera pergi, saya harus segara pergi keluar pit (ganti ban kering)” kata Pecco kepada Marc setelah balapan selesai..……
    “Lalu saya melihat Marc berlari dan saya berpikir, ‘Dia biasanya pintar (dengan kondisi ini), dia tahu apa yang dia lakukan, jadi saya juga ikut berlari.’ Ketika saya kembali ke pit, saya naik motor dan lampu menyala (lampu merah di pit lane yang menandakan batas waktu sebelum pit ditutup). Saya sampai kehabisan napas. Namun, saya senang ketika melihat mereka menghentikan balapan (red flag),” pungkas Pecco..

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini