RiderTua.com – Legenda balap motor Kevin Schwantz menyakini bahwa penyebab Marc Marquez crash di COTA adalah tekanan yang diberikan oleh rekan setimnya Pecco Bagnaia. Secara mengejutkan Marquez gagal memenangkan balapan di salah satu sirkuit favoritnya setelah kehilangan posisi terdepanm dan memberi ‘jalan’ bagi Pecco untuk meraih kemenangan di GP Amerika.
“Sebagai juara kelas premier MotoGP dua kali, Pecco tahu dia akan kembali menemukan kepercayaan diri dan kecepatannya. Dia hanya belum merasa nyaman atau percaya diri dengan motornya. Tampaknya timnya melakukan beberapa penyesuaian. Saya perhatikan, Ducati tidak mampu menyelesaikan tikungan seperti yang seharusnya dan itulah sakah satu kendala utamanya. Sepertinya Pecco harus memacu motornya hingga garis luar lintasan untuk menyelesaikan tikungan, alih-alih menyelesaikan tikungan di puncak tikungan (apex) untuk mempercepat keluar tikungan. Motornya tampak lebih sesuai dengan keinginan Pecco di Amerika,” jelas Schwantz.
Kevin Schwantz : Marc Marquez Crash Karena Mendapat Tekanan dari Pecco Bagnaia

Kevin Schwantz menambahkan, “Pecco Bagnaia memiliki kecepatan yang cukup untuk menyalip Alex Marquez. Mungkin tekanan itu dirasakan oleh Marc Marquez. Pecco tidak tampak kurang istirahat, tetapi saya yakin dia tidak bisa tidur di malam hari (jika belum mengalahkan rival utamanya). Satu-satunya orang yang ingin kita kalahkan adalah rekan setim kita, karena jika dikalahkan rekan setim itu akan menjadi pukulan mental yang besar. Dia berhasil mengatasi tekanan tersebut dan menjalani balapan yang membanggakan. Mungkin Pecco berhasil memberi tekanan pada pemimpin balapan sehingga Marc membuat kesalahan atau mengalami masalah. Dia akan siap untuk balapan di Qatar lalu di Eropa, dan meraih gelar dunia lagi.”
Seri ke-4 MotoGP musim 2025 akan berlangsung minggu depan di Qatar, trek yang biasanya disukai Pecco Bagnaia. Alex Marquez kini memimpin klasemen unggul 1 poin dari kakaknya Marc yang turun ke peringkat 2 dan unggul 12 poin dari Bagnaia yang berada di peringkat 3.
Di GP Qatar, Marc Marquez diperkirakan akan berusaha membalikkan keadaan untuk menebus kesalahan pertamanya di musim 2025. Baby Alien mengalami dua kali crash pertamanya dengan tim pabrikan Ducati di COTA Texas, yang berujung pada tersingkirnya Marc dari posisi terdepan di race utama hari Minggu. Namun dia bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya dan meminta maaf kepada timnya.

Schwantz menegaskan, “Kesalahan itu akan selalu ada untuk memengaruhi kita, meskipun kesalahannya kecil. Semakin kuat pembalap secara mental dan fisik, semakin kecil pengaruhnya terhadap diri pembalap. Kita melihat betapa kuatnya mental dan fisik Marc. Ketika tahu penyebab kesalahannya (memasuki bagian lintasan yang lebih licin daripada aspal) maka dia tahu ada sesuatu yang harus disalahkan untuk itu.”
“Ketika crash terjadi, kita tidak 100 persen yakin tentang apa yang terjadi, yang benar-benar mengacaukan pikiran kita. Tetapi penyebab Marc crash sudah cukup jelas. Saya yakin dia akan kembali turun ke lintasan dengan semangat tinggi, seperti yang selalu dia lakukan,” pungkas Kevin Schwantz.






