RiderTua.com – Enea Bastianini kembali menunjukkan salah satu comeback impresifnya di Sachsenring. Pembalap pabrikan Ducati itu start dari posisi 9 dan sangat dekat dengan rekan setimnya Pecco Bagnaia sepanjang sprint race. Bestia akhirnya finis ke-4 hanya tertinggal 1,5 detik dari pemenang sprint Jorge Martin (Pramac Ducati) di garis finis.
“Kecepatan saya sangat bagus, tapi balapannya tidak mudah. Saya mengalami masalah di bagian depan, gripnya menurun drastis. Saat saya dekat dengan Pecco, saya ingin menyalipnya. Tapi motornya terlalu bergetar di setiap tikungan. Tidak mungkin untuk melewatinya. Kali ini terlalu berbahaya, saya memutuskan untuk melepaskannya,” ujar Juara Dunia Moto2 2020 itu.
Enea Bastianini : Terlalu Berbahaya untuk Menyalip

Mengenai rencana serangan terhadap rekan setimnya Pecco Bagnaia, Bastianini mengungkapkan, “Jauh lebih mudah untuk menyalip Vinales. Selalu sulit untuk menyalip motor merek kita sendiri. Pecco juga sangat kuat dalam mengerem. Di sini kami hanya memiliki dua tikungan di mana kami bisa melakukan itu. Jika kita tidak keluar dari tikungan 12 dengan baik, itu akan sulit.”
Bestia melanjutkan, “Kualifikasinya juga sulit, saya tidak bisa memberikan performa maksimal secara fisik karena saya tidak dalam kondisi 100 persen. Saya masih merasakan sakit di seluruh badanku di pagi hari, sedikit di bahuku bahkan di awal balapan. Badanku cukup kaku saat itu. Lap demi lap semakin membaik. Pada titik di mana Vinales jatuh, saya harus mematikan gas. Pada akhirnya saya hampir mencapai dua baris pertama. Ini akan sulit besok.”
Mengenai balapan jarak penuh hari Minggu GP Jerman, Bestia mengatakan, “Itu tergantung pada banyak faktor. Menurutku besok badanku akan lebih baik. Jorge memiliki gaya yang bagus untuk trek ini, dia lebih banyak menggunakan bagian belakang,” pungkas rider asal Rimini Italia itu.
Berkat performa bagusnya dalam sprint hari Sabtu di Sachsensring, Bastianini berhasil mengejar Marc Marquez di klasemen, kini mereka hanya terpaut 4 poin.






